![]() |
| Jahe Merah Gula Aren "Sakera". (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Kolom - Di tengah cuaca yang sering berubah-ubah dan kegiatan masyarakat yang semakin ramai, minuman herbal kembali menjadi pilihan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh. Salah satu bahan herbal yang sangat dikenal adalah jahe merah. Jahe merah terkenal karena memberikan rasa hangat dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Sekarang ini, banyak pengusaha mulai menawarkan produk jahe merah dalam bentuk yang lebih mudah untuk dikonsumsi setiap hari.
Salah satu produk herbal yang cukup terkenal di daerah Pamulang adalah Jahe Merah Sakera, yang diproduksi di Jl. Oscar III, Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 14515. Produk ini tersedia dalam bentuk bubuk jahe merah yang dikemas dengan cara yang praktis, sehingga memudahkan konsumen saat menyajikannya.
![]() |
| Poster. |
Selain khasiat untuk kesehatan, kemudahan juga menjadi salah satu alasan mengapa produk minuman herbal semakin banyak diminati oleh masyarakat. Konsumen hanya perlu mencampurkan bubuk jahe dengan air panas sebelum meminumnya. Kemasan botol yang dipakai juga membuat penyimpanan lebih mudah sehingga kualitas produk tetap terjaga. Jahe Merah Sakera dijual dengan harga sekitar Rp50.000 untuk kemasan 250 gram, sehingga harganya cukup terjangkau untuk dikonsumsi setiap hari.
Dari segi bisnis, Jahe Merah Sakera menunjukkan cara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa mengambil kesempatan di bidang minuman herbal. Produk ini dijual tidak hanya secara langsung, tetapi juga lewat marketplace dan media digital agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Strategi pemasaran digital ini dianggap berhasil karena memudahkan orang untuk mendapatkan informasi dan juga membeli produk.
Selain menggunakan pemasaran online, desain kemasan yang mudah digunakan dan informasi tentang manfaat produk juga sangat penting untuk menarik perhatian konsumen. Dengan semakin tingginya minat orang-orang terhadap minuman sehat, produk herbal lokal seperti Jahe Merah Sakera memiliki kesempatan untuk terus tumbuh dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
*) Penulis adalah Nabila Nur Apita dan Naena Devi Zulkarnaen, Mahasiswi Universitas Pamulang.

