GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

DNA dan Makna Kehidupan: Ketika Sains Mengungkap Tanda-Tanda Kebesaran Allah SWT

Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P.

Oleh: Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala

Ketika berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT, sebagian orang mungkin membayangkan luasnya samudera, tingginya gunung, atau milyaran galaksi yang tersebar di alam semesta. Namun menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P., tanda-tanda kebesaran Allah SWT juga dapat ditemukan pada sesuatu yang sangat kecil dan nyaris tidak terlihat oleh mata manusia, yaitu DNA.

Menurut Prof. Muslim Akmal, DNA merupakan salah satu penemuan ilmiah yang paling mengubah cara manusia memahami kehidupan. Molekul yang tersimpan di dalam inti sel tersebut menyimpan informasi biologis yang mengatur pertumbuhan, perkembangan, fungsi tubuh, hingga pewarisan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Semakin lama saya mempelajari embriologi, histologi, biologi reproduksi, dan genetika, semakin saya menyadari bahwa DNA bukan sekadar molekul. Ia adalah salah satu bukti betapa luar biasanya kompleksitas kehidupan yang diciptakan Allah SWT," ungkap Prof. Muslim Akmal.

 

Sebuah Perpustakaan Raksasa di Dalam Sel

Prof. Muslim menjelaskan bahwa DNA sering disebut sebagai cetak biru kehidupan. Di dalam molekul yang berukuran sangat kecil tersebut tersimpan seluruh informasi yang diperlukan untuk membangun dan mempertahankan kehidupan.

Menurutnya, hal yang paling mengagumkan adalah seluruh informasi tersebut hanya tersusun dari empat basa nitrogen, yaitu Adenin (A), Timin (T), Guanin (G), dan Sitosin (C). Dari kombinasi empat "huruf" kimia itu tersusun miliaran pasangan basa yang membentuk informasi biologis yang sangat kompleks.

"Jika tubuh manusia diibaratkan sebagai sebuah kota besar, maka DNA adalah perpustakaan raksasa yang menyimpan seluruh petunjuk pembangunannya," jelasnya.

Prof. Muslim menilai bahwa kemampuan menyimpan informasi biologis yang begitu besar dalam ruang yang sangat kecil merupakan salah satu keajaiban yang paling menakjubkan dalam dunia biologi.

"Semakin kita mempelajari DNA, semakin terlihat bahwa kehidupan tersusun dalam keteraturan yang luar biasa," ujarnya.

DNA dan Keunikan Setiap Manusia

Menurut Prof. Muslim Akmal, salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari DNA adalah tentang identitas dan keunikan manusia.

Ia menjelaskan bahwa kecuali pada kembar identik, setiap manusia memiliki kombinasi DNA yang berbeda. Artinya, tidak ada dua individu yang benar-benar sama.

"Allah SWT menciptakan manusia dalam keunikan masing-masing. Perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan bagian dari desain kehidupan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT," katanya.

Menurut Prof. Muslim, fakta ilmiah tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 22:

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, serta perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berilmu."

Ia menilai bahwa DNA mengajarkan manusia untuk menghargai keberagaman sebagai bagian dari sunnatullah dalam kehidupan.

"Pada tingkat biologis yang paling mendasar sekalipun, Allah SWT menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing. Karena itu, keberagaman seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan sumber perpecahan," ujarnya.

 

 

Informasi Tanpa Kertas dan Tinta

Lebih lanjut, Prof. Muslim Akmal menjelaskan bahwa salah satu aspek yang paling menakjubkan dari DNA adalah kemampuannya menyimpan informasi dalam jumlah yang luar biasa besar.

Dalam satu sel manusia terdapat informasi genetik yang apabila dituliskan dalam bentuk buku dapat memenuhi sebuah perpustakaan besar. Namun seluruh informasi tersebut tersimpan dalam inti sel yang ukurannya hanya beberapa mikrometer.

"Ketika melihat kemampuan DNA menyimpan informasi, maka kita semakin memahami betapa terbatasnya teknologi manusia dibandingkan sistem biologis yang telah diciptakan Allah SWT," katanya.

Menurutnya, semakin maju teknologi penyimpanan data yang dikembangkan manusia, semakin tampak bahwa alam telah lebih dahulu menghadirkan sistem penyimpanan informasi yang jauh lebih efisien dan kompleks.

Ketepatan yang Sulit Dibayangkan

DNA tidak hanya berfungsi menyimpan informasi. Menurut Prof. Muslim, molekul tersebut juga harus direplikasi setiap kali sel membelah agar informasi genetik dapat diwariskan kepada generasi sel berikutnya.

Proses ini berlangsung melalui kerja berbagai enzim yang sangat terkoordinasi dan memiliki tingkat ketepatan yang luar biasa tinggi.

"Sedikit kesalahan saja dapat menimbulkan konsekuensi biologis yang besar. Namun sistem ini mampu bekerja dengan tingkat ketepatan yang sangat mengagumkan," jelasnya.

Menurut Prof. Muslim Akmal, keteraturan tersebut mengingatkan manusia bahwa kehidupan berlangsung dalam sistem yang sangat terorganisasi.

Ia kemudian mengaitkannya dengan firman Allah SWT:

"Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat." (QS. Al-Furqan: 2)

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa kehidupan dan alam semesta tidak berjalan secara acak, melainkan berada dalam keteraturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Semakin Banyak Tahu, Semakin Banyak Misteri

Perkembangan genetika modern telah membuka banyak rahasia tentang DNA. Para ilmuwan kini mampu memetakan genom, mengidentifikasi berbagai gen, hingga memahami hubungan antara genetika dan berbagai penyakit.

Namun menurut Prof. Muslim Akmal, setiap penemuan baru justru membuka lebih banyak pertanyaan baru.

"Semakin banyak yang kita ketahui tentang DNA, semakin kita menyadari bahwa masih sangat banyak hal yang belum kita pahami," katanya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini para ilmuwan masih terus berusaha memahami berbagai misteri tentang bagaimana gen berinteraksi, mengapa gen tertentu aktif pada waktu tertentu, dan bagaimana informasi biologis tersebut mampu menghasilkan kehidupan yang dapat berpikir, merasakan, dan memiliki kesadaran.

Menurutnya, kondisi tersebut mengajarkan pentingnya kerendahan hati dalam dunia ilmu pengetahuan.

"Sains membantu kita memahami sebagian kecil rahasia kehidupan, tetapi tidak menjadikan manusia menguasai seluruh hakikat kehidupan," ujarnya.

Membaca Ayat-Ayat Allah dalam Diri Manusia

Lebih jauh, Prof. Muslim Akmal menilai bahwa semakin dalam manusia mempelajari DNA, semakin relevan firman Allah SWT dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 21:

"Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

Menurutnya, ayat tersebut mengajak manusia untuk melihat dirinya sendiri sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT.

"Kadang-kadang kita mencari tanda-tanda kebesaran Allah SWT di tempat yang sangat jauh, padahal sebagian di antaranya tersimpan di dalam setiap sel tubuh kita," ungkapnya.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang embriologi, histologi, biologi reproduksi, dan genetika, Prof. Muslim mengaku bahwa setiap kali mempelajari kehidupan pada tingkat seluler dan molekuler, selalu muncul rasa kagum yang semakin besar terhadap kompleksitas ciptaan Allah SWT.

Ketika Sains dan Keimanan Bertemu

Bagi sebagian orang, sains dan agama sering dipandang berada pada dua wilayah yang berbeda. Namun menurut Prof. Muslim Akmal, pengalaman mempelajari DNA justru menunjukkan bahwa keduanya dapat saling melengkapi.

Menurutnya, sains membantu manusia memahami mekanisme kehidupan, sedangkan keimanan membantu manusia memahami makna di balik kehidupan tersebut.

"Bagi saya, mempelajari DNA bukan hanya perjalanan ilmiah, tetapi juga perjalanan spiritual," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap kali ilmu pengetahuan berhasil membuka satu lapisan rahasia kehidupan, selalu muncul rasa kagum yang lebih besar terhadap keluasan ilmu Allah SWT.

Prof. Muslim kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahfi ayat 109:

"Katakanlah, seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya habislah lautan itu sebelum kalimat-kalimat Tuhanku selesai (ditulis) meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."

Menurutnya, ayat tersebut menggambarkan betapa luasnya ilmu Allah SWT dibandingkan dengan pengetahuan manusia yang sangat terbatas.

Menemukan Kebesaran Allah dalam Sebuah Molekul

Pada akhirnya, menurut Prof. Muslim Akmal, DNA bukan hanya berbicara tentang genetika, kromosom, atau pewarisan sifat. DNA juga berbicara tentang informasi, keteraturan, identitas, dan kehidupan itu sendiri.

Melalui molekul yang sangat kecil tersebut, manusia dapat melihat bagaimana kehidupan disusun dengan tingkat kompleksitas yang luar biasa.

Prof. Muslim kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Fatir ayat 28:

"Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama."

Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa ilmu yang sejati seharusnya melahirkan rasa tunduk, syukur, dan kekaguman kepada Sang Pencipta.

"Semakin jauh kita menjelajahi dunia embriologi, histologi, biologi reproduksi, dan genetika, semakin banyak alasan untuk kagum, bersyukur, dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT," pungkas Prof. Muslim Akmal.

 

Type above and press Enter to search.