![]() |
| Foto bersama mahasiswa pengabdian dan zooskaters zoostreetskaters |
Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi muda melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Komunitas sepatu roda dipilih sebagai mitra karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang usia, karakter, dan pengalaman yang mencerminkan keberagaman dalam masyarakat.
Acara dibuka oleh pembawa acara, Rizqy dan Indy, yang memandu jalannya kegiatan dengan baik. Rangkaian pembukaan diawali dengan salam, sambutan, doa bersama, serta pengenalan singkat mengenai tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Meski berlangsung di area terbuka, kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat perhatian dari para anggota komunitas yang hadir.
Memasuki acara inti, materi pertama disampaikan oleh Nahda Aulia Mustofa dan Nana. Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan pentingnya moderasi beragama sebagai sikap yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta saling menghormati antarindividu yang memiliki perbedaan keyakinan, budaya, maupun pandangan hidup. Materi disampaikan secara interaktif dengan mengaitkan konsep moderasi beragama dengan aktivitas sepatu roda.
Melalui analogi olahraga sepatu roda, peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki kecepatan, kemampuan, dan gaya bermain yang berbeda. Namun, seluruh anggota komunitas tetap dapat beraktivitas bersama dengan saling menghargai dan menjaga kenyamanan satu sama lain. Nilai tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila diiringi sikap saling menghormati.
Materi kedua dilanjutkan oleh Nanda dan Rafian yang membahas penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan generasi muda. Mereka menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang hubungan antarumat beragama, tetapi juga tentang membangun sikap terbuka, menghindari prasangka, serta menciptakan lingkungan yang damai dan inklusif. Peserta terlihat aktif menyimak materi yang disampaikan hingga sesi diskusi dimulai.
Pada sesi tanya jawab, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Salah satu peserta yang masih berusia muda meminta pemateri untuk menjelaskan kembali pengertian moderasi beragama karena masih belum memahaminya secara utuh. Pertanyaan tersebut dijawab dengan bahasa yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.
Pertanyaan berikutnya membahas alasan mengapa perilaku rasis masih ditemukan di tengah masyarakat yang semakin modern. Pemateri menjelaskan bahwa rasisme dapat muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap perbedaan, stereotip yang berkembang di lingkungan sekitar, serta minimnya interaksi positif antar kelompok yang berbeda. Oleh karena itu, pendidikan dan komunikasi menjadi kunci penting dalam mengurangi sikap diskriminatif.
Sementara itu, peserta lainnya mengajukan pertanyaan mengenai manfaat moderasi beragama dari sudut pandang non-Muslim. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa moderasi beragama memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat tanpa memandang agama yang dianut. Nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, penghormatan terhadap hak orang lain, serta kehidupan yang harmonis merupakan manfaat universal yang dapat dirasakan oleh semua pihak.
Setelah sesi diskusi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Suasana menjadi semakin meriah ketika peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan dari panitia. Para pemenang kuis kemudian mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme mereka selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, panitia juga menyerahkan cinderamata kepada pihak Komunitas Zookaters yang telah bersedia menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain itu, peserta komunitas juga menerima hadiah kecil dari panitia sebagai simbol kebersamaan dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
Menjelang akhir kegiatan, panitia memberikan kesempatan kepada anggota kelompok yang ingin mencoba bermain sepatu roda bersama komunitas. Momen ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan anggota komunitas dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Sementara itu, peserta yang tidak ikut bermain tetap dapat berinteraksi dan berbincang bersama anggota komunitas lainnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB. Meskipun berlangsung di area trotoar Balai Kota Surabaya dengan suasana yang tidak terlalu ramai, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai-nilai moderasi beragama dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda yang hidup di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri atas Tazakka Nur Madina, Nahda Aulia Mustofa, Adelia Kinasih Azzahrah, Nadira Ifrindy, Muhammad Faris Al Faruq, Syamza Ryno Lingga Mawanta, Wilda Kamilatul Ramadhani, Keysha Areta, Suci Armelia P. A, dan Rasyad Azzahir Akhi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Agama Islam UPN Veteran Jawa Timur dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman melalui pengabdian kepada masyarakat.
