![]() |
| Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin. (Foto: Dok/Ist). |
Nilai ini diwujudkan melalui sikap menghormati kebebasan beragama, mengembangkan toleransi, dan menjaga kerukunan, sehingga iman tidak hanya menjadi hafalan, tetapi tercermin dalam akhlak sehari-hari.
Siswa SMK saat ini sangat akrab dengan gawai dan media sosial. Oleh karena itu, penguatan iman dan akhlak perlu menjangkau perilaku di ruang digital, seperti menyaring informasi, tidak menyebarkan hoaks, dan santun dalam berkomentar. Perilaku menghakimi seperti body shaming, mengejek cara berpakaian, meremehkan keyakinan orang lain, dan merendahkan teman karena kondisi ekonomi juga kerap berpindah ke media sosial dan berdampak pada rasa aman serta kepercayaan diri korbannya.
Atas dasar hal tersebut di atas, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Menjadi Generasi Hebat dengan Iman dan Akhlak” di SMKS Islam Al-Makiyah, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, dan Jumat, 23 Oktober 2026.
Siswa SMK saat ini sangat akrab dengan gawai dan media sosial. Oleh karena itu, penguatan iman dan akhlak perlu menjangkau perilaku di ruang digital, seperti menyaring informasi, tidak menyebarkan hoaks, dan santun dalam berkomentar. Perilaku menghakimi seperti body shaming, mengejek cara berpakaian, meremehkan keyakinan orang lain, dan merendahkan teman karena kondisi ekonomi juga kerap berpindah ke media sosial dan berdampak pada rasa aman serta kepercayaan diri korbannya.
Atas dasar hal tersebut di atas, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Menjadi Generasi Hebat dengan Iman dan Akhlak” di SMKS Islam Al-Makiyah, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, dan Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan tugas projek mata kuliah Pendidikan Pancasila di bawah bimbingan dosen pengampu, Ibu Resti Yuliastri, S.Pd., M.M. Kegiatan ini diketuai oleh Atha Atilah Qaiys selaku ketua pelaksana dengan dibantu oleh sembilan anggota kelompok, yaitu Adelia Moza Hariyati, Aulia Rahma, Putri Hot Dame Br Malau, Syafira Amanda, Farhana Raisya, Nayla Agustin Putri, Muhammad Yusuf Ibrahim, Qyrein Bilqis, dan Rodiyah Khasanah. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 12–13 siswa SMKS Islam Al-Makiyah.
Seminar interaktif dilaksanakan dalam dua pertemuan, masing-masing sekitar dua jam, dengan materi yang berbeda setiap harinya. Setiap sesi dibuka dengan doa bersama dan perkenalan tim. Pada hari pertama, tim menyampaikan materi “Menghargai Sesama Tanpa Menghakimi” yang membahas makna sila ke-1 dan dampak perilaku menghakimi di media sosial.
Seminar interaktif dilaksanakan dalam dua pertemuan, masing-masing sekitar dua jam, dengan materi yang berbeda setiap harinya. Setiap sesi dibuka dengan doa bersama dan perkenalan tim. Pada hari pertama, tim menyampaikan materi “Menghargai Sesama Tanpa Menghakimi” yang membahas makna sila ke-1 dan dampak perilaku menghakimi di media sosial.
Siswa berdiskusi tentang studi kasus foto wajah seorang siswa yang dijadikan stiker WhatsApp dan disebarkan ke grup kelas sebagai lelucon, lalu menilai apakah tindakan tersebut dapat dibenarkan hanya karena dianggap bercanda. Pada hari kedua, tim menyampaikan materi “Dari Hafalan Menjadi Kebiasaan” yang mengajak siswa mewujudkan sila pertama lewat kebiasaan kecil yang berulang, seperti beribadah tepat waktu, jujur, bersyukur, dan bersabar, serta bijak di dunia digital dengan mengecek fakta sebelum membagikan informasi.
Untuk mengukur pemahaman, peserta mengerjakan pre-test dan post-test sederhana serta kuis berhadiah. Pada akhir kegiatan hari kedua, setiap siswa menuliskan satu kebiasaan baik yang ingin diamalkan pada selembar daun kertas, lalu menempelkannya pada Pohon Komitmen dari karton. Terkumpul 15 daun komitmen. Pohon tersebut dipajang di lingkungan sekolah dan siswa dapat memotretnya untuk ditunjukkan kepada orang tua sebagai bentuk kerja sama sekolah dan keluarga. Satu minggu setelah kegiatan, guru atau wali kelas dapat menindaklanjuti perkembangan komitmen siswa. Program ini dirancang sederhana, murah, dan dapat direplikasi sekolah secara mandiri.
Semoga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat bermanfaat bagi siswa SMKS Islam Al-Makiyah agar menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga religius dan berakhlak baik, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.
