GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Aparatur BPBD Mahakam Ulu Lulus Pelatihan Perencanaan Kontingensi BNPB 2026

Batara Lawalata Budaiska dari BPBD Mahakam Ulu meraih predikat Lulus, Memuaskan! (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Mahakam Ulu – Upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam menghadapi potensi bencana terus dilakukan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Salah satunya ditunjukkan oleh aparatur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu yang berhasil menyelesaikan Pelatihan Teknis Penanggulangan Bencana Bidang Perencanaan Kontingensi Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dalam kegiatan tersebut, Batara Lawalata Budaiska, S.STP., M.H., berhasil meraih predikat “Lulus, Memuaskan”. Ia merupakan aparatur berpangkat Penata Tingkat I (III/d) yang saat ini menjabat sebagai Perencana Ahli Muda pada BPBD Kabupaten Mahakam Ulu.

Pelatihan yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai 17 hingga 25 September 2026, dengan total beban pembelajaran sebanyak 50 Jam Pelajaran (JP).

Keikutsertaan aparatur BPBD Mahakam Ulu dalam pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis perencanaan kebencanaan, khususnya dalam menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan ketika situasi darurat terjadi.

Pelatihan BNPB Bekali Peserta Kemampuan Menyusun Rencana Kontingensi

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai perencanaan penanggulangan bencana. Materi tersebut meliputi pengenalan program, penyusunan dokumen skenario ancaman dan dampak bencana, administrasi penanganan darurat, hingga praktik penyusunan dan presentasi dokumen Rencana Kontingensi Bencana.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya perencanaan yang sistematis dan berbasis data. Dokumen rencana kontingensi menjadi salah satu instrumen penting agar pemerintah daerah dan pihak terkait memiliki gambaran langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi ancaman bencana.

Selain pemahaman teori, diskusi kelompok dan praktik penyusunan dokumen juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan ini mendorong peserta memahami pentingnya koordinasi serta sinergi antarpihak dalam merancang skenario penanganan bencana.

Batara Lawalata: Kesiapsiagaan Harus Dipersiapkan Sebelum Bencana

Setelah menyelesaikan pelatihan, Batara Lawalata Budaiska menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Pusdiklat BNPB.

Menurutnya, meskipun dilaksanakan secara daring, proses pembelajaran berlangsung profesional, terstruktur, dan interaktif. Materi yang disampaikan instruktur dinilai jelas serta dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di bidang kebencanaan.

“Pelatihan yang diselenggarakan secara online oleh Pusdiklat BNPB ini berjalan dengan sangat profesional, terstruktur, dan interaktif. Meski dilaksanakan secara daring, penyampaian materi dari para instruktur sangat jelas dan aplikatif. Diskusi kelompok dalam menyusun dokumen kontingensi memberi pandangan baru tentang betapa krusialnya sinergi data dan skenario yang matang sebelum bencana benar-benar terjadi,” ungkap Batara.

Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan BPBD Kabupaten Mahakam Ulu, terutama dalam memperkuat kualitas dokumen perencanaan kontingensi.

“Saya berharap ilmu penataan dokumen kontingensi ini dapat segera kami formulasikan secara nyata di lingkungan BPBD Kabupaten Mahakam Ulu. Kesiapsiagaan adalah kunci penanggulangan bencana yang efektif. Semoga ke depannya pelatihan taktis seperti ini bisa terus digalakkan secara berkala agar kapasitas seluruh aparatur kebencanaan di daerah, khususnya wilayah pedalaman dan perbatasan, terus meningkat,” tambahnya.

Kelulusan Dibuktikan dengan Sertifikat Resmi BNPB

Kelulusan Batara dalam pelatihan tersebut dikonfirmasi melalui Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Nomor 00005072/DIKLAT TEKNIS/4043/LUM-BNPB/2026.

Dokumen tersebut diterbitkan di Sentul pada 7 Oktober 2026 dan ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Kherawan, M.M.

Predikat “Lulus, Memuaskan” menjadi bukti bahwa peserta telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran sesuai ketentuan program pelatihan yang diikuti.

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Mahakam Ulu

Peningkatan kompetensi aparatur kebencanaan memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan pemerintah daerah menghadapi berbagai potensi ancaman bencana. Terlebih, perencanaan kontingensi membutuhkan pemetaan risiko, penyusunan skenario, serta koordinasi lintas sektor agar langkah penanganan dapat dilakukan secara terarah.

Dengan selesainya pelatihan tersebut, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh Batara Lawalata Budaiska diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas perencanaan kebencanaan di BPBD Kabupaten Mahakam Ulu.

Ke depan, dokumen rencana kontingensi diharapkan semakin terukur, taktis, dan aplikatif sehingga dapat menjadi pedoman bagi pihak terkait dalam melakukan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons terhadap kondisi darurat.

Langkah penguatan kapasitas aparatur ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana daerah yang lebih siap, terkoordinasi, dan responsif, khususnya di Kabupaten Mahakam Ulu.

Type above and press Enter to search.