![]() |
| Bari Ronaldo Saputra, pemuda berusia 24 tahun yang mengembangkan karier di berbagai sektor. (Foto: Dok/Ist). |
Semangat tersebut tercermin dalam perjalanan Bari Ronaldo Saputra, pemuda berusia 24 tahun yang mengembangkan karier di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, administrasi, pengelolaan program, teknologi, hingga dunia usaha.
Di usia muda, Bari menjalankan lima peran profesional, yakni sebagai kepala madrasah, admin PJK3, PIC Yayasan MBG, CEO aplikasi ojek online, serta Founder BRS Group. Berbagai tanggung jawab tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam mengembangkan potensi diri sekaligus membangun usaha.
Mengembangkan Karier Lintas Bidang
Bagi Bari, perkembangan zaman menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk terus belajar dan memperluas kemampuan.
Kiprahnya di dunia pendidikan sebagai kepala madrasah menjadi salah satu bidang yang ia jalani. Di sisi lain, keterlibatannya dalam administrasi PJK3 dan pengelolaan program melalui Yayasan MBG memberinya pengalaman dalam bidang administrasi dan koordinasi.
Ia juga mengembangkan kiprah di sektor teknologi melalui aplikasi ojek online serta dunia kewirausahaan melalui BRS Group.
Beragam bidang tersebut membutuhkan tanggung jawab dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, pengembangan karier tidak hanya berkaitan dengan pencapaian jabatan, tetapi juga komitmen untuk meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan menjalankan setiap amanah dengan baik.
Membuka Peluang bagi Generasi Muda
Selain mengembangkan karier, Bari menaruh perhatian pada pentingnya menciptakan ruang bagi anak muda untuk bekerja, belajar, dan menghasilkan karya.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk melangkah lebih jauh, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga berupaya membangun usaha yang dapat membuka kesempatan bagi orang lain.
Melalui berbagai kegiatan usaha yang dikembangkannya, Bari berupaya menghadirkan peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam dunia kerja dan mengembangkan kemampuan mereka.
Upaya tersebut menjadi relevan di tengah tantangan ketenagakerjaan saat ini. Kewirausahaan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan ekonomi, selama dibangun melalui perencanaan, pengelolaan yang baik, dan komitmen jangka panjang.
Memaknai Sumpah Pemuda melalui Karya Nyata
Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Jika dahulu para pemuda memperjuangkan persatuan melalui ikrar kebangsaan, generasi muda saat ini dapat melanjutkan semangat tersebut melalui pendidikan, inovasi, pengembangan teknologi, kewirausahaan, dan kontribusi sosial.
Perjalanan Bari Ronaldo Saputra menjadi salah satu gambaran tentang upaya seorang pemuda mengambil peran di sejumlah bidang sekaligus. Perjalanannya juga mengingatkan bahwa usia muda dapat menjadi kesempatan untuk belajar, membangun pengalaman, dan mulai memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Di tengah perubahan zaman, tantangan generasi muda bukan hanya bagaimana meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga bagaimana menjadikan kemampuan dan peluang yang dimiliki sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, semangat berkarya dan menciptakan peluang menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda untuk ikut membangun masa depan bangsa.
Sebab, semangat pemuda tidak hanya diukur dari gagasan yang disampaikan, tetapi juga dari karya, tanggung jawab, dan manfaat yang mampu diwujudkan.
