GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Mahasiswa FEB UNG Terpilih sebagai 50 Delegasi Indonesia Future Leaders Summit 2026, Berdialog dengan Kepala Bakom RI dan Menteri Koperasi, Bawa Aspirasi Gorontalo ke Tingkat Nasional

Mahasiswa FEB UNG Fandi Noho mengikuti dialog bersama Kepala Bakom RI dan Menteri Koperasi dalam agenda Indonesia Future Leaders Summit 2026.

Suaratime, Gorontalo — Membawa semangat generasi muda dari Bumi Serambi Madina Gorontalo ke panggung nasional, Nurdin L. Noho atau yang dikenal dengan Fandi Noho, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menjadi salah satu dari 50 delegasi mahasiswa terpilih dalam agenda Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 yang berkesempatan berdialog langsung dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dan Menteri Koperasi Republik Indonesia.

Terpilih di antara sekitar 300 peserta yang berasal dari 245 perguruan tinggi se-Indonesia, Fandi Noho menjadi salah satu representasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo di tingkat nasional. Keterlibatannya dalam agenda tersebut bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti forum kepemimpinan, melainkan juga momentum untuk membawa perspektif daerah serta memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal dan menyampaikan aspirasi masyarakat Gorontalo di ruang-ruang strategis nasional.

Agenda kunjungan ke Bakom RI berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Future Leaders Summit 2026. Dalam kegiatan tersebut, para delegasi mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Bakom RI dan Menteri Koperasi Republik Indonesia untuk berdialog mengenai berbagai isu strategis, termasuk komunikasi pemerintah, penyampaian aspirasi publik, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Membawa Aspirasi Gorontalo ke Ruang Dialog Nasional

Bagi Fandi Noho, keterlibatan dalam forum nasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat posisi mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki tanggung jawab dalam mengawal pembangunan.

Sebagai mahasiswa FEB UNG, ia berada dalam lingkungan akademik yang erat dengan kajian ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Pengalaman mengikuti forum nasional bersama pemangku kebijakan diharapkan dapat memperkaya pemahamannya mengenai hubungan antara kebijakan pemerintah, komunikasi publik, dan kebutuhan masyarakat di daerah.

Keikutsertaan tersebut juga membawa makna lebih luas bagi mahasiswa Gorontalo. Aspirasi daerah perlu memperoleh ruang untuk didengar, dibahas, dan dipertimbangkan dalam proses pembangunan nasional. Dalam konteks ini, mahasiswa dapat mengambil peran melalui penyampaian gagasan yang konstruktif, berbasis persoalan nyata, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Representasi mahasiswa daerah di tingkat nasional bukan hanya tentang hadir dalam sebuah agenda, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat dikembalikan menjadi nilai tambah bagi kampus, masyarakat, dan daerah asal.

Mahasiswa Bukan Sekadar Penonton Pembangunan

Pertemuan antara delegasi mahasiswa dan pemangku kebijakan nasional memberikan gambaran bahwa ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dua arah.

Pemerintah membutuhkan masukan untuk memahami dinamika dan kebutuhan masyarakat, sementara mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan perspektif kritis, memperluas wawasan kebangsaan, dan mempelajari proses kebijakan secara langsung.

Bagi generasi muda Gorontalo, kesempatan seperti ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya keberanian untuk mengambil peran dalam isu-isu publik, baik melalui organisasi kemahasiswaan, forum diskusi, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kepemimpinan muda pada akhirnya tidak hanya diukur dari jabatan atau pengakuan yang diperoleh, tetapi juga dari kesediaan untuk mendengarkan, menyuarakan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab, dan menerjemahkan gagasan menjadi kontribusi nyata.

Dari Bumi Serambi Madina Gorontalo untuk Indonesia

Terpilihnya Nurdin L. Noho atau Fandi Noho sebagai salah satu dari 50 delegasi mahasiswa dalam agenda FLS 2026 menjadi momentum untuk membawa semangat intelektualitas dan kepemimpinan muda Gorontalo ke tingkat nasional.

Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian personal, tetapi menjadi bekal untuk terus bertumbuh, membangun jejaring lintas daerah, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan pembangunan.

Kehadiran mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dalam forum nasional juga menjadi pengingat bahwa potensi generasi muda daerah perlu terus dikembangkan dan diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam percakapan kebangsaan.

Dari Gorontalo, membawa aspirasi ke tingkat nasional. Dari ruang mahasiswa, menyiapkan kontribusi bagi masa depan Indonesia.

Sumber: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tautan berita resmi: https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/sampaikan-aspirasi-peserta-future-leaders-summit-2026-kemdiktisaintek-diterima-kepala-bakom-ri-dan-menteri-koperasi

Type above and press Enter to search.