![]() |
| BPBD Kabupaten Morowali Utara berikan edukasi terkait Manajemen Bencana kepada para siswa Gudep Pramuka di SMAN 2 Petasia. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Morowali Utara – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun ketangguhan bangsa menghadapi potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara melaksanakan kegiatan edukasi dan pemberian materi terkait Manajemen Bencana kepada para siswa sebanyak 73 Siswa Gudep Pramuka di SMAN 2 Petasia, Desa Korolama, Kecamatan Petasia, pada hari Sabtu 3 Okt 2026.
Kegiatan mendapatkan dukungan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Morowali Utara, Ibu Delnan Lauende, S.Sos., M.Kes.. Di lapangan, kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Morowali Utara, Riwan Mauruh, S.Pd., M.Si., bersama narasumber utama, Faisal Tahadju, ST., M.Si., yang merupakan Analis Bencana / Penelaah Teknis Kebijakan beserta Rekan-rekan TIM BPBD.
Dalam pesannya kepada Tim BPBD yang di tugaskan, Ibu Delnan Lauende, S.Sos., M.Kes. menyampaikan bahwa penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana harus dimulai sejak dini dan berbasis komunitas, termasuk di lingkungan sekolah. Beliau menegaskan bahwa BPBD Morowali Utara berkomitmen penuh untuk terus mendorong program edukasi kebencanaan secara berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola penanggulangan bencana yang handal dan profesional, guna melahirkan generasi muda yang tangguh, tanggap, dan responsif terhadap potensi risiko di daerah mereka.
Senada dengan hal tersebut, Riwan Mauruh, S.Pd., M.Si. menyampaikan pesan saat dilapangan mengenai krusialnya peran generasi muda dalam memutus rantai ketidaktahuan terhadap risiko bencana. Beliau menekankan bahwa sekolah merupakan hulu dari pembentukan karakter masyarakat yang tangguh. Melalui pembekalan sejak dini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri saat situasi darurat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif membagikan informasi edukatif dan kesiapsiagaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar rumah masing-masing.
Sementara itu, Faisal Tahadju, ST., M.Si. dalam sela-sela pemaparannya menyampaikan bahwa dirinya telah menyelesaikan 3 Pelatihan yaitu : Dasar Manajemen Bencana Angkatan 3, Kaji Cepat Bencana Angkatan 2 dan Rencana Kontigensi Angkatan 3 yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BNPB tahun 2026. Beliau menegaskan bahwa penyampaian materi ke sekolah-sekolah ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca-pelatihan, sebagai wujud nyata pengabdian yang tulus dan transfer ilmu kepada masyarakat secara langsung.
Dalam agenda inti, Faisal memaparkan materi utama mengenai Siklus dan Prinsip Dasar Manajemen Bencana serta Mitigasi Bencana Berbasis Desa. Para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai tindakan yang harus dilakukan pada tiga fase krusial: tindakan pra-bencana (mitigasi dan kesiapsiagaan), tindakan saat darurat bencana (penyelamatan dan evakuasi), hingga fase pasca-bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi).
"Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Melalui edukasi di lingkungan sekolah ini, kami berharap para generasi muda di Desa Korolama dapat memahami strategi mitigasi struktural maupun non-struktural guna memperkecil risiko dampak bencana di wilayah tempat tinggal mereka," ujar Faisal dalam materinya.
Selain memberikan teori, kegiatan ini juga memaparkan gambaran umum kondisi kerawanan wilayah di Kabupaten Morowali Utara, seperti potensi bencana tanah longsor dan banjir, agar para siswa lebih mawas diri terhadap lingkungan sekitar.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup secara interaktif dengan Games Bencana dan simulasi gempa oleh Ibu Elke Ntaola dan rekan-rekan tim BPBD Morowali Utara. Dalam simulasi ini, para siswa dan guru diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah penyelamatan diri yang benar secara mandiri, mulai dari berlindung di bawah meja, melindungi kepala, hingga metode evakuasi yang aman menuju titik kumpul sekolah saat terjadi guncangan. Pihak sekolah menyambut sangat baik agenda ini dan berharap sosialisasi serta simulasi serupa dapat terus digalakkan demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan tanggap bencana.
