![]() |
| Faisal Tahadju, S.T., M.Si., selaku Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Morowali Utara. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Morowali Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas keahlian personelnya dalam penanganan situasi darurat. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Faisal Tahadju, S.T., M.Si., selaku Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Morowali Utara, yang berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Penanggulangan Bencana.
Dalam diklat khusus Kaji Cepat Bencana (KCB) Angkatan II Tingkat Pusat tersebut,
Faisal Tahadju berhasil lulus dengan predikat "Baik Sekali".Pelatihan intensif ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Pusat Diklat BNPB, Bogor, Jawa Barat.
Selama 38 jam pelajaran (JP), peserta dibekali materi krusial seperti Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana, Perencanaan Kaji Cepat, hingga Komunikasi Krisis. Menyesuaikan perkembangan teknologi modern, pelatihan kali ini juga menekankan pada sistem kaji cepat online melalui pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).
Melalui sistem online ini, data kerusakan dan kebutuhan logistik di lokasi bencana dapat diinput secara digital dan dikirimkan secara real-time.
Sertifikat tanda tamat pendidikan formal bernomor 00004446/DIKLAT TEKNIS/4043//LAN-BNPB/2026 ini secara resmi ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Kheriawan, MM, pada tanggal 24 September 2026.Kesan dan Pesan PesertaUsai menerima sertifikat kelulusan, Faisal Tahadju menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti kedisplinan pelatihan di tingkat pusat.
Menurutnya, materi diklat yang komprehensif didukung oleh instruktur yang sangat kompeten, serta simulasi berbasis teknologi digital yang mendekati kondisi riil di lapangan. Hal ini memberikan cara pandang baru yang lebih modern dalam memetakan dampak bencana secara instan.
Sementara itu, ia juga menitipkan pesan penting bagi penguatan internal instansi. Ia berharap sistem kaji cepat berbasis online ini dapat segera diintegrasikan dan disosialisasikan ke seluruh personel di daerah. Kerja sama lintas sektor di Morowali Utara juga perlu diperkuat agar ketika terjadi situasi darurat, data yang dihasilkan secara online dari lapangan dapat langsung direspons secara terpadu demi keselamatan masyarakat.
Dengan penguasaan metode kaji cepat berbasis online ini, BPBD Morowali Utara diharapkan dapat memangkas birokrasi pelaporan manual di lapangan. Alhasil, pengambilan keputusan dan penyaluran bantuan darurat bagi masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan jauh lebih cepat, tepat, dan akurat.
