GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Indonesia Bawa Semangat Bandung ke PBB, Dorong Kemitraan Nyata untuk Afrika

Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi. (Foto: Dok/Ist).

Suara Time, Jakarta — Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan konkret untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Afrika dengan membawa prinsip Semangat Bandung dalam pembahasan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pesan tersebut disampaikan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, dalam Sidang Pleno ke-18 Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, pada Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kemajuan pembangunan berkelanjutan di Afrika serta dukungan internasional terhadap agenda pembangunan benua itu.

Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan pentingnya solidaritas, penghormatan timbal balik, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika 1955.

Indonesia memandang Afrika sebagai mitra dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif. Kerja sama kedua pihak dinilai perlu diterjemahkan ke dalam program konkret, terutama untuk memperkuat kedaulatan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Umar Hadi menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra Afrika yang berlandaskan solidaritas dan saling menghormati. Pendekatan tersebut menempatkan kemitraan sebagai ruang kolaborasi, bukan sekadar hubungan diplomatik formal.

Pembahasan di PBB juga berkaitan dengan perkembangan kerangka pembangunan Afrika, termasuk peralihan dari New Partnership for Africa's Development (NEPAD) menuju Agenda 2063 Uni Afrika. Agenda 2063 merupakan kerangka pembangunan jangka panjang yang menjadi acuan transformasi ekonomi dan sosial di benua tersebut.

Dalam konteks itu, dukungan internasional diperlukan untuk membantu negara-negara Afrika mencapai tujuan pembangunan secara berkelanjutan. Kerja sama dapat mencakup perdagangan, investasi, pendidikan, pelatihan, pertanian, dan penguatan kapasitas manusia.

Indonesia memiliki pengalaman dalam mengembangkan kerja sama dengan negara-negara Afrika melalui berbagai program pembangunan. Dalam satu dekade terakhir, sekitar 500 peserta dari Afrika telah memperoleh manfaat dari lebih dari 60 proyek Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, teknologi pertanian, dan peternakan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari modal kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan negara mitra.

Indonesia juga menekankan pentingnya menerjemahkan prinsip diplomasi ke dalam hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, Semangat Bandung tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga landasan untuk membangun hubungan internasional yang berorientasi pada kepentingan bersama.

Melalui keterlibatan dalam pembahasan pembangunan Afrika di PBB, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap kemitraan yang menghormati kedaulatan, memperkuat kapasitas nasional, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Type above and press Enter to search.