![]() |
| Keterangan FOTo : Ust Sahlan Rafiqi ( Pembina Yayasan Suara Quran Indonesia/Tour Leader PT Fauzi Mulia Bersama) |
JAKARTA — Keinginan masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah terus meningkat. Namun, di tengah banyaknya penawaran paket perjalanan umrah, calon jamaah diingatkan agar tidak terburu-buru menentukan pilihan hanya karena tergiur harga murah.
Masyarakat diminta memastikan terlebih dahulu legalitas, kredibilitas, program, serta pelayanan travel sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran.
Ajakan tersebut disampaikan Ust Sahlan Rafiqi, Pembina Yayasan Suara Quran Indonesia, sekaligus Tour Leader PT Fauzi Mulia Bersama, yang terlibat dalam pendampingan perjalanan jamaah umrah.
Menurut Ust Sahlan, memilih travel umrah merupakan bagian penting dari persiapan menuju Baitullah. Jamaah bukan hanya membutuhkan tiket pesawat dan hotel, tetapi juga kepastian keberangkatan, pendampingan, transportasi, akomodasi, serta bimbingan ibadah.
“Saya mengajak masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah, jangan hanya melihat harga. Yang pertama harus dilakukan adalah cek legalitas travel. Pastikan travel tersebut resmi, izin penyelenggaraannya jelas, dan seluruh program yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ust Sahlan Rafiqi.
Jangan Hanya Percaya Promosi di Media Sosial
Ust Sahlan mengingatkan calon jamaah agar tidak hanya mengandalkan informasi dari brosur, WhatsApp, media sosial, atau rekomendasi perorangan.
Menurutnya, calon jamaah memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang jelas sebelum menyerahkan uang maupun dokumen pribadi.
“Jangan hanya percaya karena melihat promosi yang menarik di media sosial. Lakukan pengecekan sendiri. Tanyakan nama badan hukumnya, cek izin PPIU-nya, cek kantor dan alamatnya, kemudian pahami dengan detail program yang ditawarkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, calon jamaah juga perlu memastikan sejumlah komponen penting dalam paket perjalanan, antara lain jadwal keberangkatan, maskapai, hotel di Makkah dan Madinah, transportasi, konsumsi, pembimbing ibadah, serta apa saja yang sudah termasuk dalam biaya paket.
Legalitas Travel Harus Menjadi Pertimbangan Utama
Ust Sahlan menegaskan bahwa legalitas bukan sekadar formalitas. Bagi calon jamaah, kejelasan legalitas merupakan salah satu bentuk perlindungan dan kepastian dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah.
Dalam informasi publik yang tersedia, PT Fauzi Mulia Bersama tercatat memiliki SK Kementerian Agama RI Nomor U.480 Tahun 2020 sebagai PPIU. Data Kementerian Agama juga pernah mencantumkan PT Fauzi Mulia Bersama sebagai PPIU kantor cabang di Palangka Raya.
Sementara itu, situs resmi Al Fauzi Tour mencantumkan PT Fauzi Mulia Bersama sebagai perusahaan travel umrah dan haji yang beroperasi di Jakarta Barat.
Namun, Ust Sahlan tetap mendorong masyarakat untuk melakukan verifikasi legalitas secara langsung melalui kanal resmi pemerintah sebelum melakukan transaksi.
“Kami justru mendorong calon jamaah untuk kritis. Silakan cek dan verifikasi. Jangan karena kami menawarkan program umrah, kemudian jamaah tidak perlu mengecek. Justru kami ingin jamaah mengetahui dengan jelas siapa penyelenggaranya dan bagaimana legalitasnya,” tegasnya.
Jangan Pertaruhkan Niat ke Baitullah
Sebagai Tour Leader, Ust Sahlan juga menekankan bahwa perjalanan umrah berbeda dengan perjalanan wisata biasa.
Jamaah datang ke Tanah Suci dengan tujuan utama beribadah. Karena itu, pelayanan perjalanan harus berjalan beriringan dengan pembinaan dan pendampingan ibadah.
“Umrah bukan sekadar perjalanan wisata. Jamaah datang dengan niat beribadah kepada Allah. Karena itu, mereka harus mendapatkan pelayanan perjalanan yang baik sekaligus pendampingan agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan sesuai tuntunan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mempertaruhkan niat suci menuju Baitullah hanya karena mengejar harga paket yang lebih murah.
“Harga murah bukan satu-satunya ukuran. Yang lebih penting adalah kepastian. Kepastian travelnya, kepastian izinnya, kepastian keberangkatannya, kepastian akomodasinya, dan siapa yang bertanggung jawab terhadap jamaah,” katanya.
Empat Hal yang Perlu Dicek Sebelum Daftar Umrah
Ust Sahlan memberikan beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan calon jamaah sebelum mendaftar:
Pertama, cek legalitas travel.
Pastikan penyelenggara memiliki izin yang sesuai dan informasi izinnya dapat diverifikasi.
Kedua, cek program perjalanan.
Pastikan jadwal keberangkatan, maskapai, hotel, transportasi, konsumsi, dan fasilitas lainnya dijelaskan secara transparan.
Ketiga, cek biaya secara detail.
Jangan hanya melihat harga utama. Tanyakan biaya apa saja yang sudah termasuk dan apakah terdapat biaya tambahan.
Keempat, cek siapa yang mendampingi jamaah.
Pastikan terdapat pembimbing dan tim yang bertanggung jawab selama perjalanan.
Jangan Takut Bertanya
Ust Sahlan menutup pesannya dengan mengajak masyarakat untuk tidak sungkan bertanya sebelum mengambil keputusan.
“Jangan takut bertanya dan jangan malu melakukan pengecekan. Ini uang yang kita keluarkan dan ini adalah perjalanan ibadah yang sangat kita nantikan. Lebih baik kita teliti sebelum mendaftar daripada menyesal setelah pembayaran dilakukan,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
“Mari kita berangkat ke Baitullah dengan persiapan yang baik. Pilih travel yang legal, transparan, amanah, dan bertanggung jawab. Cek legalitasnya sebelum mendaftar. Jangan hanya bermodal percaya, tetapi berangkatlah dengan informasi yang benar,” pungkas Ust Sahlan Rafiqi, Pembina Yayasan Suara Quran Indonesia sekaligus Tour Leader PT Fauzi Mulia Bersama.
