| Foto Dokumentasi Kegiatan PKM-PM Smartdisastercomic 5 Mahasiswa Unriyo (Sumber: Dokumentasi Pribadi) |
Suaratime, Yogyakarta, 22 Juni 2026 - Ketika bencana terjadi, kemampuan untuk mengenali situasi, memahami lingkungan, dan melakukan evakuasi menjadi hal penting bagi setiap orang. Namun, bagi siswa berkebutuhan khusus, informasi kebencanaan membutuhkan cara penyampaian yang adaptif agar dapat dipahami dan diterapkan dalam kondisi darurat.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, lima mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) menghadirkan SmartDisasterComic di SLB Ganda Daya Ananda, Yogyakarta.
Dibimbing oleh Januar Rizqi, S.Kep.,Ns.M.Sc, program ini menggunakan media multisensori berupa komik Braille, audio berbasis QR Code, dan visual sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Pelaksanaan program melibatkan 11 guru sebagai pendamping utama dalam proses edukasi. Rangkaian kegiatan terdiri dari lima modul yang disusun secara bertahap. Disaster Aware berfungsi memberikan pemahaman dasar mengenai jenis bencana, tanda-tanda bahaya, serta pentingnya kesiapsiagaan. Selanjutnya, Disaster Sense membantu guru mendampingi siswa mengenali kondisi lingkungan, khususnya jalur evakuasi dan titik kumpul.
Tahap berikutnya adalah Disaster Response & Confidence, yang berfungsi melatih guru dalam membimbing siswa melakukan tindakan tepat saat bencana sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa. Sementara itu, Safe Environment mengajak guru dan siswa mengenali area aman maupun berisiko di lingkungan sekolah serta memahami pentingnya penataan lingkungan yang mendukung keselamatan.
Ketua Tim PKM-PM UNRIYO, Samuel Juanli, mengatakan rangkaian tersebut dirancang agar edukasi tidak berhenti pada pemahaman teori. “Kami ingin siswa belajar tentang kebencanaan secara bertahap, mulai dari mengenali ancaman, memahami lingkungan, mengetahui respons yang tepat, hingga mampu melakukan evakuasi dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Seluruh materi kemudian diterapkan melalui Evacuation Drill sebagai tahap praktik. Dalam simulasi tersebut, siswa didampingi guru dan tim pelaksana untuk mengikuti prosedur evakuasi, mengenali jalur menuju titik kumpul, serta mempraktikkan respons ketika menghadapi skenario bencana. Latihan ini menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam tindakan nyata.
Salah seorang guru SLB Ganda Daya Ananda menyambut positif pendekatan tersebut. “Dengan adanya media gambar, audio, dan praktik langsung, anak-anak lebih mudah mengikuti materi. Guru juga menjadi lebih terbantu dalam mendampingi siswa memahami langkah-langkah keselamatan,” tuturnya.
Dosen pembimbing, Januar Rizqi, S.Kep.,Ns.M.Sc, menambahkan bahwa edukasi kebencanaan perlu disampaikan secara inklusif agar siswa berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pengetahuan keselamatan.
Melalui SmartDisasterComic, lima mahasiswa UNRIYO berharap siswa dapat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, mulai dari mengenali potensi bahaya hingga melakukan evakuasi secara mandiri maupun dengan pendampingan. Di sisi lain, keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran adaptif diharapkan dapat menjaga keberlanjutan edukasi, sehingga budaya sadar bencana dapat tumbuh di lingkungan SLB Ganda Daya Ananda.
Universitas Respati Yogyakarta
Samuel Juanli (23130052)
Rido Muhajir (23130044)
Putri Puspitasari (23130010)
Eka Novita Zahra (24131022)
Anastasia Lema Ipir (24131059)