![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Menko). |
Suara Time, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong lulusan Universitas PTIQ Jakarta untuk mengambil peran sebagai inovator dan pemecah masalah dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Airlangga menekankan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, prinsip keadilan dan keseimbangan menjadi landasan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Al-Qur'an sebagai pedoman hidup telah memberikan asas-asas fundamental dalam tata kelola perekonomian yaitu prinsip keadilan ('Adl) dan keseimbangan (Mizan),” ujar Airlangga.
Ia kemudian mengutip Q.S. An-Nahl ayat 90 yang memuat pesan mengenai keadilan, kebajikan, kepedulian terhadap sesama, serta larangan terhadap kemungkaran dan permusuhan.
Airlangga menilai tantangan perekonomian global membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam kebijakan, inovasi, dan kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, ia menitipkan tiga pesan kepada para lulusan S1, S2, dan S3 Universitas PTIQ Jakarta.
Pertama, para lulusan diminta menjadi problem solver dan inovator dengan membawa nilai-nilai Qur’ani ke dalam ruang kebijakan maupun aktivitas profesional.
Kedua, lulusan perguruan tinggi didorong menguasai teknologi dan literasi digital. Airlangga secara khusus mengingatkan pentingnya memahami perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta berbagai teknologi baru yang semakin memengaruhi dunia kerja dan ekonomi.
Ketiga, para lulusan diminta memanfaatkan berbagai program Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan membuka peluang ekonomi.
Program yang disebut antara lain MagangHub, pelatihan GIG Economy, Digital Talent Scholarship, pembiayaan bersubsidi untuk wirausaha termasuk KUR syariah, serta beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan seiring upaya Pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.
Menurut data yang disampaikan Pemerintah, sejumlah indikator sosial juga menunjukkan perkembangan. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 8,07 persen, sementara jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang. BPS mencatat angka kemiskinan tersebut turun dibandingkan Maret 2025.
Pada periode yang sama, rasio Gini Indonesia tercatat 0,368, turun dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 0,375.
Airlangga juga mengingatkan para wisudawan bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan nilai-nilai keagamaan perlu berjalan beriringan agar lulusan perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan bekal pendidikan yang diperoleh, para lulusan Universitas PTIQ Jakarta diharapkan tidak hanya memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan solusi, inovasi, dan peluang ekonomi yang memberi manfaat lebih luas.
