![]() |
| kolaborasi Universitas Indonesia (UI) dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Jakarta — Sebanyak 150 mahasiswa yang tergabung dalam 30 tim mengikuti Hackathon UI Incubate 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Universitas Indonesia (UI) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong lahirnya inovasi yang dapat dikembangkan menjadi solusi bisnis.
Hackathon UI Incubate 2026 menggunakan pendekatan Industry Challenge Partner. Melalui pendekatan tersebut, peserta ditantang menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi industri.
Bidang yang menjadi fokus dalam kompetisi tersebut mencakup Digital Trust dan Autonomous Systems.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM dan Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) di Jakarta, Jumat (18/9).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan kolaborasi dengan UI diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis inovasi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan riset dan inovasi, sedangkan dukungan dari ekosistem kewirausahaan diperlukan agar inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk dan bisnis yang memiliki nilai tambah.
"Kemdiktisaintek mendorong lahir dan berkembangnya inovasi serta hasil riset, sementara Kementerian UMKM dapat memperkuat sisi bisnis, komersialisasi, akses pasar, dan keberlanjutan usahanya," kata Riza.
Melalui kerja sama tersebut, wirausaha binaan UI dan STP UI akan mendapatkan kesempatan mengakses berbagai program pengembangan usaha.
Program yang tersedia mencakup pendampingan bisnis, validasi usaha, jejaring praktisi industri, hingga Bursa Wirausaha Unggulan.
Sementara itu, wirausaha binaan Kementerian UMKM juga berkesempatan mengikuti program UI Incubate. Mereka dapat memanfaatkan jejaring akademisi dan mentor serta peluang pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha.
Kementerian UMKM juga menempatkan SAPA UMKM dan PRO-KESRA sebagai bagian dari instrumen penguatan ekosistem kewirausahaan. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemutakhiran data inkubator, tenant, serta aktivitas inkubasi.
Riza mengatakan kerja sama antara Kementerian UMKM dan UI tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan inovasi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.
Dengan dukungan tersebut, mahasiswa dan inovator muda memiliki kesempatan untuk menguji gagasan, mengembangkan model bisnis, membangun jejaring, dan mengenalkan solusi inovatif kepada dunia industri.
Rangkaian Hackathon UI Incubate 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Hackathon UI 2026.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterhubungan antara talenta muda, perguruan tinggi, industri, dan ekosistem kewirausahaan nasional.
