![]() |
| Politeknik STIA LAN Jakarta melalui NIPA School of Administration Jakarta sukses menyelenggarakan The 6th ICoGPASS 2026 pada Rabu, 10/6/2026 (Foto: Dok/Ist). |
Mengusung tema “Governing
for All: The Imperatives of Integrity, Transparency, Inclusiveness, and Poverty
Eradication Amidst Global Turbulence”, ICoGPASS 2026 mengajak para peserta
untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan dalam mewujudkan tata kelola yang
berintegritas, transparan, inklusif, serta mampu berkontribusi terhadap upaya
pengentasan kemiskinan di tengah ketidakpastian global.
Kegiatan dibuka
dengan welcoming remarks oleh Muhammad Taufiq, Kepala Lembaga
Administrasi Negara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi
antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas internasional dalam
menghasilkan inovasi kebijakan serta memperkuat kapasitas institusi publik guna
menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Selanjutnya, opening
speech disampaikan oleh Prof. M. R. Khairul Muluk, President of
International Association for Public Administration (IAPA). Dalam paparannya,
Prof. Khairul Muluk menegaskan bahwa integritas, transparansi, dan inklusivitas
harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.
Menurutnya, forum akademik internasional seperti ICoGPASS memiliki peran
penting dalam mempertemukan berbagai perspektif global dan menghasilkan
rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pembangunan berkelanjutan.
ICoGPASS 2026
menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari berbagai negara. Di antaranya A.
Letêncio de Deus, General Director of Instituto Nacional da Administração
Pública (INAP) Timor-Leste, yang membagikan pengalaman mengenai pengembangan
kapasitas aparatur sipil negara dan reformasi administrasi publik. Dari Amerika
Serikat, Prof. Thomas B. Pepinsky dari Cornell University menyampaikan
pandangan mengenai dinamika demokrasi, tata kelola, dan pembangunan dalam
konteks global yang terus berubah.
Konferensi ini
juga menghadirkan Prof. Fernanda Natasha B. C. dari University of
BrasÃlia, Brasil, yang membahas inovasi kebijakan publik dan pembangunan
berkelanjutan. Sementara itu, dua akademisi dari Deakin Business School,
Australia, yakni Prof. Lucy Taska dan Dr. Fannie Wu, menyampaikan
materi terkait kepemimpinan, tata kelola organisasi, integritas sektor publik,
serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas
kelembagaan.
Melalui sesi
pleno dan diskusi akademik, para peserta mendalami berbagai isu strategis,
mulai dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, transformasi
digital sektor publik, pembangunan yang inklusif, penguatan kapasitas aparatur
sipil negara, hingga upaya pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari agenda
pembangunan berkelanjutan.
Sebagai penutup
rangkaian kegiatan, panitia ICoGPASS 2026 memberikan apresiasi kepada para
peserta dan mitra yang telah berkontribusi dalam menyukseskan konferensi
internasional ini. Penghargaan Best Presenter diberikan kepada pemakalah
dengan kemampuan presentasi terbaik yang dinilai berdasarkan kualitas
penyampaian, penguasaan materi, dan kemampuan menjawab pertanyaan peserta.
Sementara itu, penghargaan Best Paper diberikan kepada karya ilmiah
terbaik yang dinilai memiliki kebaruan, kualitas metodologi, serta kontribusi
yang signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik tata kelola
publik.
Selain itu,
penghargaan Best Partner juga diberikan kepada mitra yang dinilai
memiliki kontribusi dan komitmen terbaik dalam mendukung penyelenggaraan ICoGPASS
2026. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi
yang telah terjalin sekaligus mendorong penguatan kerja sama akademik dan
profesional di masa mendatang.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, ICoGPASS 2026 kembali menegaskan perannya sebagai forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk berbagi gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih berintegritas, transparan, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat global maupun nasional. Melalui penyelenggaraan konferensi ini, Politeknik STIA LAN Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya riset, publikasi ilmiah, serta penguatan jejaring akademik internasional sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan administrasi publik dan tata kelola pemerintahan.
