GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Tren 'Asian Face Contouring' Kian Diminati: Bertology Clinic Tekankan Pentingnya Keseimbangan Proporsi Alami Tanpa Operasi

Dokumentasi Bertology Clinic

Suaratime, Jakarta, 28 Oktober 2026 — Pergeseran tren perawatan estetika non-bedah di Indonesia kini semakin mengarah pada pencarian keseimbangan proporsi alami (facial harmony). Masyarakat modern mulai meninggalkan prosedur yang mengubah bentuk wajah secara drastis (overdone) dan beralih ke metode yang memperkuat karakter asli wajah.

Fenomena ini mendorong popularitas Asian Face Contouring—sebuah pendekatan estetika medis terintegrasi yang dirancang khusus menyesuaikan karakteristik anatomi, struktur tulang, serta pola penuaan masyarakat Asia.

Pendiri Bertology Anti-Aging & Aesthetic Clinic, dr. Alberto, Dipl. AAAM, M.Kes-Est, menjelaskan bahwa struktur anatomi wajah ras Asia memiliki keunikan tersendiri yang tidak dapat disamaratakan dengan standar estetika Barat.

"Banyak teknik face contouring di internet yang mengacu pada anatomi pasien Kaukasia. Padahal secara biologis, wajah Asia cenderung memiliki struktur tulang pipi (zigoma) dan rahang yang lebih lebar, namun dengan proyeksi area tengah (midface) yang lebih datar," ujar dr. Alberto dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa proses penuaan pada kulit Asia umumnya ditandai dengan penurunan jaringan lemak (tissue descent), pipi kendur, dan hilangnya definisi garis rahang, meskipun tanda penuaan seperti kerutan halus muncul lebih lambat akibat dermis yang lebih tebal.

"Tujuan utama Asian Face Contouring bukanlah mengubah wajah seseorang menjadi seperti ras lain atau sekadar mengikuti tren sesaat, melainkan memperkuat karakter alami, memperjelas proporsi, dan menjaga identitas etnis pasien," tegas dr. Alberto.

Hindari Miskonsepsi Melalui Full-Face Assessment

Dalam siaran pers ini, dr. Alberto juga menyoroti miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat, seperti menganggap semua rahang lebar harus disuntik Botox atau wajah kendur selalu memerlukan tarik benang.

Menurutnya, sebelum menentukan langkah medis, prosedur Full-Face Assessment sangat krusial untuk mengevaluasi struktur tulang, elastisitas kulit, distribusi jaringan lemak, hingga aktivitas otot masseter secara menyeluruh.

"Setiap keluhan membutuhkan penanganan yang tepat sasaran. Rahang yang tampak lebar akibat pembesaran otot masseter memang tepat ditangani dengan Botox. Namun jika penyebabnya adalah proyeksi dagu yang kurang menonjol, maka penyesuaian volume dengan hyaluronic acid filler atau collagen stimulator justru menjadi solusi yang lebih harmonis," paparnya.

Solusi Estetika Terintegrasi di Bertology Clinic

Untuk menghasilkan tampilan kontur wajah yang natural dan proporsional, Bertology Anti-Aging & Aesthetic Clinic menghadirkan berbagai kombinasi perawatan berbasis bukti medis, mulai dari Hyaluronic Acid Filler, Collagen Stimulator, Botulinum Toxin (Botox/Xeomin), hingga Thread Lift.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai proporsi dan kesehatan kulit wajah, layanan Full-Face Assessment dan konsultasi Asian Face Contouring kini dapat diakses langsung di Bertology Anti-Aging & Aesthetic Clinic.

Tentang Bertology Anti-Aging & Aesthetic Clinic

Bertology Anti-Aging & Aesthetic Clinic adalah klinik perawatan kecantikan dan penuaan dini terpercaya yang didirikan oleh dr. Alberto, Dipl. AAAM, M.Kes-Est. Berkomitmen pada filosofi Natural Look dan Facial Harmony, Bertology Clinic menghadirkan ragam perawatan estetika medis non-bedah terkini yang disesuaikan dengan kebutuhan individual setiap pasien.

Lokasi Klinik:

Bertology Clinic

Lantai Dasar Atas, Kondominium Rajawali Menara Edelweis,

Jl. Rajawali Selatan 1 No. 1B, Kel. Gunung Sahari Utara, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Type above and press Enter to search.