| Roberto De Zerbi bersama Tottenham Hotspur. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Jakarta – Masa depan Roberto De Zerbi bersama Tottenham Hotspur kembali menjadi sorotan setelah klub asal London tersebut belum mampu keluar dari periode sulit di Premier League. Spurs kini kembali terjebak di zona degradasi setelah menjalani dua pertandingan terakhir tanpa kemenangan dan belum mampu mencetak gol.
Situasi tersebut membuat posisi De Zerbi mulai dipertanyakan. Pelatih asal Italia itu sebelumnya dipercaya Tottenham untuk menyelamatkan klub dari ancaman degradasi setelah menggantikan Igor Tudor, yang sebelumnya juga pernah menangani tim tersebut.
Dalam perjalanannya, De Zerbi sempat berhasil membawa Tottenham menjauh dari ancaman degradasi dan mempertahankan posisi klub di Premier League. Keberhasilan itu kemudian membuat manajemen Spurs melakukan perombakan skuad secara besar-besaran pada bursa transfer.
Tottenham bahkan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas, termasuk gelandang asal Italia, Sandro Tonali, yang diharapkan mampu memberikan tambahan kualitas dan pengalaman di lini tengah.
Namun, investasi besar di bursa transfer ternyata belum berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Tottenham kembali mengalami keterpurukan. Dalam dua pertandingan terakhir, Spurs hanya mampu mengamankan dua poin dari hasil imbang dan belum mencetak satu gol pun.
Setelah pertandingan kontra Everton yang berakhir imbang, De Zerbi juga memberikan komentar yang menjadi perhatian.
"Jika di Italia saya akan menjadi pelatih terbaik di dunia karena sudah meraih clean sheet selama dua pertandingan terakhir," ujar De Zerbi seperti dikutip dari informasi yang beredar.
Pernyataan tersebut disampaikan De Zerbi ketika menjawab pertanyaan wartawan seusai pertandingan melawan Everton. Komentar itu sekaligus menggambarkan betapa sulitnya situasi yang sedang dihadapi Tottenham.
Masalah Tottenham saat ini bukan sekadar kualitas pemain. Kehadiran sejumlah nama besar ternyata belum mampu mengubah mentalitas dan konsistensi tim ketika menghadapi tekanan kompetisi.
Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depan De Zerbi. Apakah pelatih asal Italia itu masih mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen Tottenham?
Menariknya, Tottenham juga memiliki catatan tersendiri dengan pelatih yang memiliki latar belakang Serie A. De Zerbi kini berpotensi menambah daftar panjang pelatih asal Italia yang kesulitan mempertahankan posisinya di kursi kepelatihan Spurs.
Jika performa Tottenham tidak segera mengalami perubahan, tekanan terhadap De Zerbi diperkirakan akan semakin besar.
Pertanyaannya, sampai kapan Roberto De Zerbi akan bertahan sebagai pelatih Tottenham? Akankah manajemen Spurs kembali mengambil keputusan drastis apabila tim terus gagal meraih kemenangan?
Perjalanan Tottenham dan De Zerbi di Premier League pun kini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam beberapa pertandingan ke depan.