GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Menelusuri Potensi Kerupuk Bakar, Mahasiswa KKN UPGRIS Belajar dari UMKM Lokal

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). (Foto: Dok/Ist). 
Suara Time, Demak - Potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa menjadi salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Salah satunya adalah kerupuk bakar yang diproduksi oleh pelaku UMKM di Dukuh Bodi, Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak pada Senin (3/8/2026).

Mahasiswa KKN UPGRIS berkesempatan untuk melihat dan mempelajari secara langsung proses pembuatan kerupuk bakar. Tidak hanya melihat proses produksinya, mahasiswa juga berbincang dengan pelaku UMKM untuk mengetahui bagaimana usaha tersebut dijalankan dan dipertahankan hingga saat ini.

Kerupuk bakar memiliki cara pengolahan yang cukup berbeda dari kerupuk pada umumnya. Proses pembakaran menjadi salah satu ciri khas yang membuat produk tersebut memiliki rasa dan aroma tersendiri. Hal tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh produk lokal yang ada di lingkungan masyarakat.

Selain proses produksi, mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai proses pengemasan dan pemasaran. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa melihat bahwa potensi sebuah produk tidak hanya ditentukan dari rasanya, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikemas dan diperkenalkan kepada konsumen.

Malva, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa karena dapat belajar langsung dari pelaku UMKM. Menurutnya, masih banyak produk lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dikenal lebih luas.

“Dari kegiatan ini kami jadi tahu bagaimana proses kerupuk bakar dibuat dan bagaimana usaha ini tetap berjalan. Menurut saya, produk seperti ini sebenarnya punya potensi untuk lebih dikenal, terutama jika cara pengemasannya dan promosinya bisa dikembangkan,” ujar Malva.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut memperkenalkan kerupuk bakar sebagai salah satu produk UMKM lokal. Pengenalan dilakukan dengan melihat keunikan produk serta potensi yang dimilikinya agar dapat menarik perhatian masyarakat di luar lingkungan desa.

Mahasiswa KKN UPGRIS berharap keberadaan UMKM kerupuk bakar dapat terus berkembang dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal promosi dan pengembangan produk, dinilai dapat membantu UMKM lokal untuk lebih dikenal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKN, tetapi juga mendapatkan pembelajaran langsung mengenai kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi yang ada di desa pun menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.

Type above and press Enter to search.