| Faisal Tahadju, ST., M.Si., C.CTr, CPSE, CSDP, CPS, resmi menyandang kredensial nonakademik baru sebagai Certified Negotiator (C.Neg). (Foto: Dok/Ist). |
Gelar kompetensi di bidang negosiasi tersebut diraih setelah Faisal Tahadju berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan Negotiator berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Miftah Academy Indonesia.
Pelatihan intensif tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Agustus 2026, dengan total pembelajaran sebanyak 42 Jam Pelajaran (JP).
Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan negosiasi yang aplikatif, strategis, dan berorientasi pada pencapaian kesepakatan yang saling menguntungkan atau win-win solution.
Kuasai Mindset hingga Strategi Negosiasi
Selama mengikuti pelatihan, Faisal mendapatkan berbagai materi yang berkaitan langsung dengan praktik negosiasi profesional.
Materi yang diberikan mencakup Mindset Negosiator, Prinsip-Prinsip Negosiasi, Persiapan Negosiasi, Teknik Komunikasi dalam Negosiasi, Strategi dan Taktik Efektif, hingga teknik Closing dan mengarahkan tercapainya sebuah kesepakatan.
Rangkaian materi tersebut memberikan pemahaman menyeluruh bahwa negosiasi bukan sekadar kemampuan berbicara atau menyampaikan kepentingan, tetapi merupakan kompetensi strategis yang membutuhkan persiapan, komunikasi efektif, pengendalian emosi, serta kemampuan membaca kepentingan berbagai pihak.
Faisal menilai pelatihan yang diikutinya memberikan pengalaman dan perspektif baru dalam mengembangkan kemampuan komunikasi strategis.
“Pelatihan Negotiator yang diselenggarakan oleh LKP Miftah Academy Indonesia ini sangat luar biasa, aplikatif, dan membuka cakrawala baru. Kurikulum 42 Jam Pelajaran yang padat berhasil membedah seni negosiasi secara ilmiah dan praktis—mulai dari menyusun mindset yang tepat hingga taktik eksekusi kesepakatan.”
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan negosiasi.
“Pengalaman ini memberikan saya fondasi yang jauh lebih kokoh dan rasa percaya diri yang tinggi dalam menguasai komunikasi strategis.”
Negosiasi Dinilai Jadi Kompetensi Strategis di Era Modern
Faisal juga menekankan pentingnya kemampuan negosiasi dan diplomasi bagi profesional maupun aparatur yang menjalankan fungsi pelayanan dan organisasi
Di tengah dinamika perubahan yang semakin kompleks, kemampuan membangun komunikasi, menyelaraskan kepentingan, serta menghasilkan kesepakatan menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas organisasi.
“Di era modern yang penuh dengan dinamika perubahan, keahlian negosiasi dan diplomasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi wajib bagi setiap profesional dan abdi negara.”
Ia berharap kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan tersebut tidak berhenti pada pencapaian sertifikat, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam lingkungan kerja dan organisasi.
“Saya berharap ilmu yang saya dapatkan ini tidak hanya berhenti di lembar sertifikat, tetapi dapat langsung saya distribusikan untuk meningkatkan kualitas koordinasi organisasi, serta menjadi modal utama saya dalam memberikan pelatihan berkualitas tinggi sebagai seorang Corporate Trainer ke depan.”
Sertifikat Certified Negotiator Resmi Diterbitkan di Cirebon
Sebagai bukti penyelesaian program, Faisal menerima sertifikat kompetensi Certified Negotiator (C.Neg) dengan nomor registrasi No: 4/MAI/C.Neg-X/8/2026.
Sertifikat tersebut diterbitkan di Cirebon pada 15 Agustus 2026 dan ditandatangani secara elektronik oleh Direktur LKP Miftah Academy Indonesia, Miftahly Nurrokhim, M.Pd., C.Ht., C.I., C.MH., C.MT., C.TPS., C.MPS.
Pencapaian tersebut sekaligus menambah portofolio kompetensi profesional Faisal Tahadju di bidang pengembangan sumber daya manusia, komunikasi, dan pelatihan.
Diharapkan Mendukung Kinerja dan Koordinasi Organisasi
Dengan diperolehnya sertifikasi Certified Negotiator, kompetensi Faisal diharapkan semakin mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kedinasan, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan kemampuan komunikasi strategis dan diplomasi.
Kemampuan negosiasi dapat menjadi modal penting dalam koordinasi lintas instansi, mediasi, pengambilan keputusan taktis, penyelesaian perbedaan kepentingan, hingga manajemen komunikasi organisasi.
Kompetensi tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Faisal dalam menjalankan peran profesionalnya sebagai Corporate Trainer, sekaligus mendukung upaya berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
Dengan demikian, raihan gelar Certified Negotiator (C.Neg) bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi strategis, profesionalisme, dan kemampuan memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi organisasi.