![]() |
| Kolaborasi BPS Kota Malang, perangkat kelurahan, agen statistik lokal (Ketua RT/RW), serta mahasiswa. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Malang - Dalam upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya Goal 6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, resmi merampungkan rangkaian program Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) 2026. Program yang berlangsung selama lima bulan sejak Januari hingga Mei 2026 ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, perangkat kelurahan, agen statistik lokal (Ketua RT/RW), serta mahasiswa.
Sebelum program ini diinisiasi, Kelurahan Ciptomulyo menghadapi tantangan keterbatasan data sanitasi. Data yang tersedia masih bersifat manual, belum mencakup wilayah tingkat RT, dan belum dilengkapi informasi spasial (geotagging). Hal tersebut menyulitkan pemangku kebijakan dalam melakukan intervensi pembangunan yang tepat sasaran.
Menjawab kebutuhan tersebut, rangkaian kegiatan dimulai dengan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi pada 12 Februari 2026 di Kantor Kecamatan Sukun. Guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kelurahan, tim pembina BPS Kota Malang menggelar forum "Sinau Bareng". Melalui forum ini, aparatur kelurahan dan agen statistik dilatih secara intensif untuk mengolah data, membersihkan data (cleaning), hingga menyajikan data menggunakan Microsoft Excel dan platform digital.
Inti dari gerakan ini terletak pada modernisasi pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan pada periode Februari hingga April 2026. Menggunakan aplikasi KoboToolbox, petugas lapangan yang terdiri dari mahasiswa berhasil mewawancarai seluruh Ketua RT yang tersebar dari RW 1 hingga RW 5. Pendataan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) ini berhasil menghimpun variabel penting, mulai dari keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pengelolaan limbah tinja, potensi genangan, hingga kondisi saluran drainase. Tidak hanya itu, titik-titik drainase yang rusak berat juga langsung dipetakan menggunakan koordinat GPS dan dokumentasi foto lapangan.
Pasca-pengolahan dan validasi data terintegrasi melalui desk evaluation bersama para Ketua RW, program ini menghasilkan output konkret berupa visualisasi data yang komprehensif. Kelurahan Ciptomulyo kini memiliki Tabel Rekapitulasi Kondisi Sanitasi, Grafik & Infografis, Peta Tematik sebaran drainase rusak, hingga Dashboard Interaktif berbasis web yang diunggah langsung pada website resmi kelurahan serta disebarluaskan via media sosial.
Dampak dari program Kelurahan Cantik ini dirasakan langsung oleh berbagai instansi sektoral. Peta tematik drainase rusak berat berbasis koordinat GPS kini menjadi acuan akurat bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang untuk mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur secara tepat sasaran. Di sisi lain, data mengenai RT yang pengelolaan limbah tinjanya belum memenuhi standar (belum memiliki septic tank) menjadi basis data krusial bagi Puskesmas Ciptomulyo dan Dinas Kesehatan dalam menyusun prioritas program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Untuk menjamin keberlanjutan program, tim pembina juga telah menyerahkan buku pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemutakhiran Data Sanitasi. Prosedur ini mengatur alur pemutakhiran data, baik yang bersifat rutin tahunan maupun insidental ketika terjadi perubahan infrastruktur fisik di lapangan.
Melalui komitmen bersama dan semangat kemitraan (SDGs Goal 17), Kelurahan Ciptomulyo kini tidak hanya sekadar menjadi lokus pembinaan, melainkan telah bertransformasi menjadi kelurahan yang melek literasi statistik dan siap membangun masa depan berbasis data (data-driven decision making).
