GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

MINDCARE: Edukasi Kesehatan Mental pada Era Digital untuk Pelajar di SMP Dharma Wanita Surabaya

Dosen Prodi HI UPN Jawa Timur bersama Mahasiswa HI melakkukan sosilisasi edukasi kesehatan mental pada era digital.

Penulis : Dewi Fortuna Sari

Suara Time, Surabaya - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, remaja saat ini tumbuh sebagai generasi yang sangat dekat dengan media sosial, internet, dan berbagai platform komunikasi digital. Kehadiran teknologi memang memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan akses informasi, ruang berekspresi, hingga perluasan jejaring sosial. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang semakin dirasakan oleh kalangan pelajar, khususnya terkait kesehatan mental di era digital. Paparan konten negatif, cyber bullying, kecanduan media sosial, tekanan untuk tampil sempurna di ruang digital, hingga rendahnya literasi digital emosional menjadi persoalan yang semakin sering ditemui dalam kehidupan remaja saat ini.

Dari latar belakang tersebut, dosen dan mahasiswa program studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur melalui project mata kuliah Masyarakat Informasi dan Jejaring Global menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk MINDCARE: Mental Health in Digital Culture Awareness & Resilience Education di SMP Dharma Wanita Surabaya pada hari Kamis (21/5).

Kegiatan ini hadir sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah teknologi digital yang berkembang pesat. Melalui program MINDCARE, dosen dan mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya memahami kesehatan mental, mengenali dampak penggunaan media sosial, serta membangun kemampuan dalam menghadapi tekanan di ruang digital. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, studi kasus, dan permainan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, siswa SMP Dharma Wanita Surabaya diberikan pemahaman mengenai bagaimana budaya digital dapat memengaruhi kondisi emosional dan hubungan sosial sehari-hari. Dalam kesempatan ini, juga disampaikan terkait pemahaman mengenai pentingnya mengelola waktu penggunaan media sosial, menjaga etika komunikasi digital, serta membangun lingkungan digital yang positif dan aman. Selain itu, siswa diberikan edukasi mengenai langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental, seperti membangun self-awareness, berani berbicara ketika mengalami tekanan, dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial di era transformasi digital. Tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, project MINDCARE juga diharapkan mampu membangun kesadaran kritis dan ketahanan mental generasi muda agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental pelajar di era digital. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga kesehatan mental, membangun empati, dan menciptakan budaya digital yang positif di tengah masyarakat.

Type above and press Enter to search.