GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Nazamudin Ubah Pengalaman Korban Bullying Menjadi Gerakan Anti-Perundungan

Nazamudin Juara 2 Duta Genre Putra Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026, menyuarakan kampanye anti-perundungan melalui program RANGKUL. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Suaratime, Hulu Sungai Utara — Pengalaman menjadi korban perundungan sejak bangku sekolah dasar tidak membuat Nazamudin berhenti berkembang. Justru dari pengalaman tersebut, ia menemukan alasan untuk terus berprestasi sekaligus menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan remaja yang bebas dari bullying.

Sejak SD, Nazamudin kerap mendapat perundungan karena kondisi fisiknya. Memasuki SMP, perlakuan serupa masih ia alami. Di masa itu, ia juga harus menghadapi kehilangan sang ayah yang meninggal dunia. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali mendapat panggilan yang berkaitan dengan statusnya sebagai anak yatim.

Meski menghadapi berbagai perlakuan yang tidak menyenangkan, Nazamudin tetap berusaha mempertahankan prestasinya di bidang akademik. Ia bahkan beberapa kali berhasil menempati posisi tiga besar di kelas.

Memasuki jenjang SMA, Nazamudin mulai lebih aktif mengembangkan dirinya melalui berbagai organisasi dan komunitas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Keaktifannya tersebut membawanya dipercaya menjadi Ketua OSIS.

Pengalaman berorganisasi kemudian terus berlanjut ketika memasuki dunia perkuliahan. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk organisasi himpunan dan PIK-M. Dari keterlibatannya di PIK-M, muncul keberanian untuk mengikuti seleksi Duta Genre Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026.

Perjalanan menuju ajang tersebut dilalui melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi tahap pertama, seleksi tahap kedua, seleksi penyuluhan, hingga berhasil masuk dalam Top 10. Tahapan tersebut kemudian berlanjut dengan karantina terbuka, karantina tertutup, hingga malam puncak Grand Final.

Pada Grand Final yang digelar 24 Agustus 2026, Nazamudin berhasil meraih gelar Juara 2 Duta Genre Putra Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026. Pencapaian tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanannya, terutama karena isu yang ia bawa berkaitan erat dengan pengalaman pribadinya.

Menjadikan Pengalaman sebagai Suara

Nazamudin, Juara 2 Duta Genre Putra Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026, menyuarakan kampanye anti-perundungan melalui program RANGKUL. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
 

Sebagai Duta Genre, Nazamudin memilih bullying sebagai salah satu isu yang ingin ia suarakan. Pengalaman yang pernah dialaminya membuat isu tersebut tidak hanya menjadi topik kampanye, tetapi juga bagian dari pesan yang ingin ia sampaikan kepada sesama remaja.

Hal itu terlihat dalam orasi yang ia bawakan pada malam penampilan bakat saat karantina tertutup yang juga disaksikan masyarakat umum. Dalam orasinya, ia mengajak remaja untuk memahami bahwa perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik.

“Pernahkah kita berpikir, bahwa satu ucapan yang kita anggap bercanda, bisa menjadi luka bagi orang lain?”

Ia kemudian menekankan bahwa bullying dapat muncul melalui ucapan, perilaku, maupun media sosial. Menurutnya, remaja seharusnya menjadi pihak yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.

“Bersama saya, Nazamudin, mari bersama wujudkan remaja HSU yang bebas dari bullying, saling mendukung, serta menciptakan lingkungan yang aman dan tenang. Stop bullying!” menjadi penutup orasinya.

RANGKUL, Program Anti-Perundungan

Tidak berhenti pada penyampaian pesan melalui orasi, Nazamudin juga membawa isu anti-perundungan melalui program kerja yang ia gagas sebagai Duta Genre. Program tersebut diberi nama RANGKUL, singkatan dari Remaja Anti Perundungan, Kuat, dan Unggul.

RANGKUL merupakan program edukasi dan kampanye anti-perundungan yang dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, RANGKUL Goes to School, yaitu edukasi interaktif secara langsung di sekolah untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai perundungan dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman.

Kedua, RANGKUL Digital, yaitu kampanye dan edukasi anti-perundungan melalui media sosial. Program ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pesan sekaligus menjaga agar edukasi mengenai pencegahan bullying dapat terus diakses oleh remaja di luar kegiatan tatap muka.

Bagi Nazamudin, pengalaman sebagai korban bullying tidak harus menjadi bagian yang disembunyikan. Pengalaman tersebut justru dapat menjadi dorongan untuk mengubah luka menjadi keberanian, kemudian menjadikannya sebagai alasan untuk membantu remaja lain agar tidak mengalami hal serupa.

Melalui pencapaiannya sebagai Juara 2 Duta Genre Putra Kabupaten Hulu Sungai Utara 2026 dan program RANGKUL yang dibawanya, Nazamudin ingin mengajak lebih banyak remaja untuk saling mendukung, menghargai perbedaan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan.


Type above and press Enter to search.