![]() |
| UPN Veteran Jatim menerapkan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pengelola kebun memahami kondisi lahan dan menentukan tindakan perawatan dengan lebih terarah. |
Suaratime, Lamongan – Tim dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengimplementasikan Smart Land Suitability System untuk membantu pengelola kebun durian menentukan langkah perawatan berdasarkan kondisi lahan. Kegiatan bertajuk “Implementasi Smart Land Suitability System untuk Budidaya Durian Berbasis Decision Support System” tersebut dilaksanakan di ALLENA Farm, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Program
ini dikembangkan untuk menjawab tantangan budidaya durian di wilayah dataran
rendah. Perubahan kondisi tanah akibat cuaca, pemupukan, penyiraman, maupun
drainase dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Di sisi lain,
hasil pemeriksaan kondisi lahan belum selalu mudah diterjemahkan menjadi
keputusan perawatan yang tepat.
Melalui
sistem yang dikembangkan, data kondisi lahan diolah menggunakan teknologi Decision
Support System (DSS). Hasil pengolahan tersebut disajikan melalui dashboard
yang mudah dipahami sehingga pengelola kebun dapat mengetahui tingkat
kesesuaian lahan, melihat area yang memerlukan perhatian, dan memperoleh
rekomendasi perawatan.
Rekomendasi
yang diberikan sistem mencakup pengaturan penyiraman, evaluasi pemupukan,
pengapuran tanah, serta perbaikan drainase. Dengan dukungan informasi tersebut,
keputusan perawatan diharapkan tidak hanya bergantung pada perkiraan, tetapi
juga mempertimbangkan data lapangan yang tersedia.
Ketua
tim pelaksana, Dr. Eng. Ir. Anggraini Puspita Sari, S.T., M.T., menjelaskan
bahwa teknologi ini dirancang untuk menghubungkan data kondisi lahan dengan
kebutuhan nyata pengelola kebun.
“Data
akan menjadi lebih bermanfaat ketika dapat diterjemahkan menjadi informasi dan
rekomendasi yang mudah digunakan. Melalui sistem ini, pengelola kebun
diharapkan dapat mengambil keputusan perawatan secara lebih cepat, terukur, dan
sesuai dengan kebutuhan tanaman,” ujarnya.
Kegiatan
tersebut turut melibatkan M. Muharrom Al Haromainy, S.Kom., M.Kom. dan Faisal
Ashari, S.Pd., M.T. sebagai anggota tim. Kolaborasi lintas bidang dilakukan
dalam pengembangan perangkat lunak, pengolahan data, penyusunan rekomendasi,
serta penerapan sistem dalam pengelolaan kebun.
Pemilik
ALLENA Farm, Surya Afandi, menyambut baik penerapan teknologi tersebut.
Menurutnya, sistem pendukung keputusan dapat membantu pengelola kebun memahami
kondisi lahan dan menentukan tindakan perawatan dengan lebih terarah.
“Selama
ini, kondisi setiap bagian kebun tidak selalu sama sehingga penanganannya juga
tidak bisa disamaratakan. Sistem ini membantu kami melihat area yang perlu
mendapat perhatian dan menentukan langkah perawatan yang lebih sesuai. Kami
berharap teknologi ini dapat mendukung pengelolaan kebun durian agar semakin
efektif dan produktif,” ungkap Surya.
Prototipe
yang dikembangkan dilengkapi dashboard kondisi lahan, pemetaan plot kebun,
analisis tingkat kesesuaian, rekomendasi teknis otomatis, dan penyusunan
laporan. Sistem juga menyediakan fitur simulasi yang dapat digunakan untuk
pelatihan dan demonstrasi kepada pengelola kebun.
Penerapan
teknologi dilakukan secara bertahap pada tanaman atau area prioritas.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengelola melakukan evaluasi sebelum sistem
dikembangkan untuk menjangkau area kebun yang lebih luas.
Kegiatan
yang dilaksanakan melalui Pengabdian Internal Skema Implementasi Hasil Riset
(IMRIS) 2026 ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset perguruan
tinggi agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha
pertanian.
Bagi
ALLENA Farm, sistem tersebut diharapkan menjadi fondasi pengelolaan kebun
durian berbasis data. Sementara itu, bagi perguruan tinggi, implementasi ini
menunjukkan bahwa teknologi sistem pendukung keputusan dapat diterapkan untuk
membantu menyelesaikan persoalan nyata di sektor pertanian.
Ke depan, Smart Land Suitability System akan terus dikembangkan melalui penambahan data lapangan, penyempurnaan rekomendasi, dan perluasan penerapan pada lebih banyak area. Dengan pengelolaan yang semakin presisi, budidaya durian diharapkan menjadi lebih efisien, adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
