| PT Unilever Indonesia Tbk – Laporan Tahunan 2025; Unilever Careers Indonesia; Unilever Indonesia – Pengembangan Kompetensi. |
Suaratime, Opini – Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin berkembang, perusahaan tidak hanya membutuhkan produk yang berkualitas, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan potensi untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Bagi perusahaan besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk, pengelolaan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Rekrutmen dan seleksi menjadi tahap awal dalam mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Proses tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengisi posisi yang kosong, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendapatkan karyawan yang memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta potensi untuk dikembangkan di masa depan.
Unilever Indonesia menyediakan berbagai kesempatan bagi calon talenta melalui program rekrutmen dan pengembangan karier. Salah satunya adalah UPLIFT (Unilever Apprenticeship for Future Talents) yang memberikan pengalaman kerja langsung, pembelajaran, dan mentoring bagi mahasiswa serta fresh graduate. Program ini juga memiliki proses seleksi yang terdiri dari pendaftaran online, penyaringan CV, Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan pengguna, pemeriksaan kesehatan, hingga onboarding.
Selain UPLIFT, Unilever juga memiliki Unilever Future Leaders Programme (UFLP) yang dirancang untuk mempersiapkan calon pemimpin melalui pengalaman kerja, pembelajaran dari orang lain, dan pembelajaran formal. Dalam program UFLP Indonesia, proses seleksi dilakukan setelah tahap pendaftaran dan ditujukan untuk mencari kandidat yang memiliki kemampuan kepemimpinan, business acumen, kemampuan beradaptasi, dan orientasi terhadap kinerja.
Proses Rekrutmen dan Seleksi Talenta
Rekrutmen di Unilever dilakukan melalui berbagai peluang pekerjaan dan program pengembangan bagi talenta. Calon pelamar dapat melihat posisi yang tersedia melalui situs karier resmi perusahaan. Unilever juga memberikan peringatan bahwa proses rekrutmen tidak meminta kandidat untuk memberikan uang atau informasi kartu kredit, sehingga calon pelamar perlu berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan. Dalam program UPLIFT, proses seleksi dilakukan secara bertahap.
Tahap pertama adalah online application, kemudian dilanjutkan dengan CV screening untuk melihat latar belakang dan kesesuaian kandidat dengan posisi yang tersedia. Setelah itu, kandidat mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Tahap ini dapat digunakan untuk melihat bagaimana kandidat berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menyelesaikan suatu permasalahan. Kandidat yang lolos kemudian mengikuti user interview untuk membahas motivasi dan cara menghadapi situasi pekerjaan.
Tahap selanjutnya adalah medical check-up dan kemudian onboarding bagi kandidat yang diterima. Dengan proses tersebut, seleksi tidak hanya melihat dokumen atau pendidikan kandidat, tetapi juga kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, dan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan pekerjaan.
Pengembangan Karyawan Setelah Seleksi
Proses manajemen talenta tidak berhenti setelah karyawan diterima. Unilever Indonesia juga mengembangkan kompetensi karyawan melalui beberapa bidang, yaitu general skill, functional skill, dan leadership development.
General skill bertujuan membekali karyawan dengan kemampuan menghadapi kondisi kerja yang terus berubah. Functional skill berhubungan dengan kemampuan yang dibutuhkan agar karyawan dapat menjalankan pekerjaannya secara efektif. Sementara itu, leadership development diarahkan kepada karyawan yang berada pada posisi kepemimpinan maupun talenta yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa rekrutmen dan seleksi merupakan bagian awal dari proses yang lebih panjang. Talenta yang sudah masuk kemudian diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan pekerjaan dan arah kariernya.
Pengembangan Jalur Karier
Pengembangan karier juga menjadi bagian penting dalam talent management Unilever Indonesia. Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, perusahaan menggunakan Individual Development Plan (IDP) sebagai salah satu sarana untuk membantu karyawan merencanakan pengembangan kariernya.
Melalui IDP, rencana pengembangan karyawan disesuaikan dengan potensi individu dan kebutuhan organisasi. Rencana tersebut kemudian ditinjau secara berkala melalui evaluasi kinerja bersama atasan. IDP juga mencakup gambaran mengenai peran yang akan dijalankan karyawan di masa depan dan persiapan yang dibutuhkan. Dengan adanya perencanaan tersebut, karyawan dapat mengetahui kompetensi yang perlu dikembangkan untuk mendukung perjalanan kariernya.
Tantangan dalam Rekrutmen dan Seleksi Talenta
Walaupun proses rekrutmen dan pengembangan talenta telah disusun secara sistematis, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.
1. Menemukan Talenta yang Sesuai
Persaingan mendapatkan talenta berkualitas semakin tinggi. Perusahaan tidak hanya mencari kandidat berdasarkan pendidikan atau pengalaman, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan pemecahan masalah. Karena itu, proses seleksi perlu mampu melihat potensi kandidat secara lebih menyeluruh.
2. Perubahan Kebutuhan Kompetensi
Perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan bisnis membuat kebutuhan kompetensi juga berubah. Unilever menyebut digitalisasi dan kebutuhan keterampilan baru sebagai faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kompetensi karyawan. Karyawan yang sudah diterima tetap perlu mendapatkan pelatihan agar kompetensinya sesuai dengan perkembangan pekerjaan.
3. Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan
Perusahaan membutuhkan calon pemimpin yang dapat melanjutkan keberlangsungan organisasi. Oleh karena itu, talenta yang memiliki potensi kepemimpinan perlu diidentifikasi dan dikembangkan sejak awal.
Unilever Indonesia menghubungkan hasil penilaian kinerja dengan pengembangan dan pelatihan serta proses succession planning, termasuk mengidentifikasi talenta potensial yang dapat dipersiapkan untuk posisi kepemimpinan di masa depan.
Langkah Pengembangan Rekrutmen dan Seleksi
Agar proses rekrutmen dan seleksi dapat terus mendukung pengembangan karyawan, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Menyesuaikan Seleksi dengan Kebutuhan Pekerjaan
2. Menggabungkan Seleksi Kompetensi dan Potensi
3. Memberikan Pengalaman Kerja Nyata
4. Menghubungkan Seleksi dengan Career Path
5. Mempersiapkan Succession Planning
Penutup
Rekrutmen dan seleksi talenta merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia di PT Unilever Indonesia. Proses tersebut menjadi tahap awal untuk mendapatkan individu yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, tetapi pengelolaan talenta tidak berhenti ketika kandidat diterima sebagai karyawan. Unilever Indonesia menghubungkan proses pengembangan karyawan melalui pelatihan, penilaian kinerja, Individual Development Plan, pengembangan kepemimpinan, dan succession planning. Melalui pendekatan tersebut, karyawan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengembangkan kariernya di dalam perusahaan.
Program seperti UPLIFT dan UFLP juga menunjukkan adanya jalur bagi talenta muda untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan profesional mereka. Pada akhirnya, keberhasilan talent management tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam merekrut karyawan, tetapi juga bagaimana perusahaan menyeleksi, mengembangkan, mempertahankan, dan mempersiapkan talenta tersebut untuk kebutuhan organisasi di masa depan.
Penulis: Husnun Nada ‘Aisyah, Intan Aulia, Julina Permata Sihotang, Marasutan Raihan, PT Unilever Indonesia Tbk – Laporan Tahunan 2025/ Peneliti Manajemen Talenta Digital