![]() |
| Mahasiswa Arsitektur Universitas Negeri Makassar angkatan 2026 mengikuti kegiatan live sketch bersama Komunitas Garis di Sunset Quay, CPI Makassar, Sabtu (5/9/2026). |
Makassar - Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sketch Gathering Mahasiswa Arsitektur Angkatan 2026 di Sunset Quay, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sabtu (5/9). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kepada mahasiswa baru mengenai sketch dalam arsitektur sekaligus memberikan pengalaman menggambar secara langsung di lingkungan luar kelas.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk live sketch bersama Komunitas Garis, komunitas yang berada di lingkungan Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Makassar. Komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan dalam kegiatan sketch. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Arsitektur angkatan 2026 dapat mengenal sketch secara lebih dekat sekaligus berinteraksi dengan anggota komunitas yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan menggambar arsitektur.
Sketch Gathering juga menjadi bagian dari pengaplikasian materi mata kuliah Menggambar Arsitektur dan Teknik Presentasi. Kegiatan ini didampingi oleh dosen Alexander Adrian Saragi, S.T., M.T., Ir. Ivan Fachrul Marsa, S.T., M.Ars., IPM., dan Nurfaizah Marwan, M.Ars.L. Pelaksanaan kegiatan di luar kelas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan materi perkuliahan melalui pengamatan dan praktik secara langsung.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan gambar, tetapi juga belajar mengamati bentuk, proporsi, komposisi, karakter ruang, serta kondisi lingkungan yang menjadi objek pengamatan. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan visual yang diperlukan dalam bidang arsitektur.
Turut hadir Jusbaeni, S.Pd., M.Sn. selaku dosen pembina Komunitas Garis. Kegiatan ini juga dihadiri oleh alumni Program Studi Arsitektur, yaitu Nurul Cahyani Hamzah dan Muh. Hamka Al Farizi, yang turut berpartisipasi bersama Komunitas Garis. Kehadiran dosen pembina dan alumni memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman mengenai kegiatan sketch serta proses pembelajaran arsitektur.
Kegiatan diawali dengan pengarahan kepada seluruh peserta mengenai teknis pelaksanaan live sketch. Mahasiswa diberikan penjelasan mengenai cara melakukan pengamatan terhadap objek, menentukan sudut pandang, serta menyajikan objek dan suasana lingkungan melalui sketsa. Setelah pengarahan, peserta mulai melakukan live sketch di kawasan Sunset Quay.
Mahasiswa memilih objek dan sudut pandang berdasarkan pengamatan serta ketertarikan masing-masing. Lingkungan sekitar menjadi objek pembelajaran yang dapat diamati secara langsung, mulai dari elemen bangunan, ruang terbuka, lanskap, hingga aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai dan interaktif. Peserta dapat mengembangkan pendekatan masing-masing dalam membuat sketsa sekaligus melihat proses peserta lainnya.
Setelah sesi menggambar selesai, seluruh karya peserta dikumpulkan untuk dilakukan review dan penilaian. Tahap ini menjadi bagian dari proses pembelajaran karena mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat kembali hasil karya yang telah dibuat serta memperoleh masukan mengenai aspek yang dapat dikembangkan.
Penilaian karya mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain kemampuan menangkap objek, komposisi, pengolahan bentuk, teknik penyajian, serta kemampuan menyampaikan karakter dan suasana lingkungan melalui gambar. Hasil penilaian kemudian menjadi dasar dalam menentukan karya yang mendapatkan penghargaan.
Dari hasil penilaian, ditetapkan empat penghargaan bagi mahasiswa Arsitektur angkatan 2026. Titi Nur Azizah berhasil meraih Juara 1, Arvina Angreini Ahmad sebagai Juara 2, dan Dheny Dwi Putra Achmad sebagai Juara 3. Sementara itu, penghargaan Juara Favorit diraih oleh Andi Ratu Fatiha.
Selain penghargaan bagi mahasiswa Arsitektur angkatan 2026, satu penghargaan juga diberikan kepada peserta dari Komunitas Garis. Penghargaan tersebut diraih oleh Saipul Saputra. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan terhadap partisipasi dan karya yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.
Sketch Gathering tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan interaksi bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk mencoba membuat sketsa secara langsung, mengamati lingkungan dengan lebih cermat, serta mendapatkan masukan dari dosen, anggota komunitas, alumni, dan peserta lainnya.
Kegiatan di ruang terbuka juga memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa berhadapan langsung dengan kondisi lingkungan, sudut pandang, pencahayaan, dan aktivitas yang beragam. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menyesuaikan proses menggambar dengan situasi nyata di lapangan.
Keterlibatan Komunitas Garis dan alumni turut memperkuat interaksi di lingkungan Program Studi Arsitektur UNM. Mahasiswa baru dapat mengenal kegiatan komunitas sekaligus membangun hubungan dengan mahasiswa lintas angkatan dan alumni melalui kegiatan yang berkaitan dengan bidang arsitektur.
Melalui Sketch Gathering Mahasiswa Arsitektur Angkatan 2026, Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Makassar berupaya menghubungkan materi perkuliahan dengan pengalaman praktik secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan observasi visual, keterampilan menggambar, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan informasi melalui sketsa sebagai bagian dari proses belajar arsitektur.
