![]() |
| Mahasiswa besama perangkat desa, petani, dan tim pelaksana UPN ”Veteran” Jawa Timur. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Probolinggo — Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menerapkan teknologi pompa irigasi bertenaga surya di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung pada 20 Agustus 2026 ini memadukan pemasangan teknologi, sosialisasi, dan pelatihan untuk membantu petani mengembangkan pengairan yang lebih mandiri sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui skema Pengembangan IPTEKS Wilayah, program ini hadir untuk menjawab tantangan pengairan pertanian, terutama ketergantungan pada bahan bakar minyak dan biaya energi pemompaan. Pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pembelian bahan bakar serta membantu menjaga layanan irigasi pada musim kemarau.
Tim pelaksana dari Fakultas Teknik dan Sains dipimpin oleh Wiliandi Saputro, S.T., M.Eng., dengan anggota Radissa Dzaky Issafira, S.T., M.Sc., dan Yekti Condro Winursito, S.T., M.Sc. Kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa, Alfian Nur Hidayatullah dan Richo Ardianansyah, serta mendapat dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur, Pemerintah Desa Kalirejo, dan kelompok tani setempat.
Persiapan program dimulai melalui survei lapangan pada 15 Juni 2026. Tim meninjau sumber air dan kondisi persawahan serta berdiskusi dengan petani untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala pengairan. Hasil survei menjadi dasar perancangan sistem, pembuatan struktur penopang, perakitan komponen, dan penyiapan instalasi kelistrikan agar teknologi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Perangkat yang dipasang menggabungkan panel surya berkapasitas total 400 Wp, pengendali pengisian daya, baterai, pompa air, serta tandon penampung berkapasitas 2.200 liter. Panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik untuk mendukung pengoperasian pompa, sementara tandon berfungsi menampung air sebelum dialirkan menuju lahan pertanian. Dalam uji coba lapangan, sistem pompa mampu mengalirkan air menuju lahan sebagai bagian dari pengujian fungsi perangkat.
Selain penerapan teknologi, kegiatan menitikberatkan pada peningkatan keterampilan petani. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja pompa surya, pengenalan indikator kelistrikan, prosedur pengoperasian, dan perawatan rutin. Materi tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung di area persawahan, sehingga petani dapat memahami penggunaan alat dalam kondisi operasional sehari-hari.
Pendampingan dilakukan secara bertahap untuk membantu peserta yang belum terbiasa dengan komponen panel surya dan baterai. Setelah mendapat bimbingan, perwakilan kelompok tani mampu melakukan pengecekan tegangan sistem dan mengoperasikan sakelar utama. Keterampilan tersebut menjadi bekal awal untuk mengelola perangkat secara mandiri sekaligus mengenali kendala teknis ringan.
Partisipasi masyarakat juga terlihat sejak persiapan lokasi, penataan jaringan pipa, hingga uji coba pengaliran air. Untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan alat, kelompok tani menyepakati iuran pemeliharaan berkala. Pengaturan tanggung jawab operator, pencatatan penggunaan, serta perawatan panel, pompa, baterai, dan jaringan pipa menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi sistem. Dengan demikian, pengurangan kebutuhan bahan bakar tetap diimbangi dengan kesiapan pembiayaan perawatan jangka panjang.
Penerapan pompa irigasi tenaga surya ini sejalan dengan SDG 7, Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan energi terbarukan untuk kegiatan pertanian. Pengelolaan dan distribusi air yang lebih terencana juga berkaitan dengan SDG 6, Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya pada aspek pengelolaan sumber daya air. Sementara itu, dukungan pengairan bagi kegiatan budidaya menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 2, Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pertanian berkelanjutan.
Unsur pemberdayaan dalam program ini turut mendukung SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan teknis masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan kelompok tani mencerminkan SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Keberlanjutan kerja sama tersebut menjadi landasan untuk memantau kinerja perangkat dan mengevaluasi manfaatnya terhadap kegiatan pertanian.
Melalui program ini, UPN “Veteran” Jawa Timur membawa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran pompa irigasi tenaga surya di Kalirejo diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengairan yang lebih mandiri dan pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan, dengan petani sebagai pengelola utama serta perguruan tinggi sebagai mitra pendamping.
