GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Rovi Setiawan, ini Prestasi Lengkapnya dari Seni, Esports hingga Akademik

Potret Rovi Setiawan siswa berprestasi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

SUARATIME, CIMAHI
- Baru-baru ini, Rovi Setiawan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan lewat ajang FLS3N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional). Prestasi ini seakan jadi pembuka cerita perjalanannya yang penuh warna.

Mengenal lebih jauh, Rovi adalah siswa SMPN 4 Cimahi yang punya banyak cerita menarik di balik kesehariannya. Daripada cuma fokus di satu bidang, ia justru menikmati proses menjelajahi banyak hal dari pelajaran di kelas, sampai kegiatan yang menantang fisik dan mental.

Salah satu yang paling mencuri perhatian tentu saja perjalanannya di dunia esports Mobile Legends. Di usianya yang masih belia, Rovi sudah mengumpulkan sederet prestasi: Juara 1 Heresiana Creative Competition, Juara 2 di Radiant Legacy, dan Juara 3 di beberapa turnamen lain. Timnya pun pernah menembus babak semifinal di ajang yang lebih besar. Nama-nama hero seperti Cecilion, Lunox, Valentina, dan Yve seperti sudah jadi teman setia dalam ratusan pertandingan. Menariknya, dari sekian banyak game yang ia mainkan, rata-rata persentase kemenangannya tembus di atas 70 persen. Bukan cuma soal menang, Rovi mengaku justru banyak belajar dari turnamen: bagaimana membangun strategi, menjaga komunikasi dengan tim, mengambil keputusan di saat genting, sampai mengelola fokus di tengah tekanan.

Kalau urusan akademik, ia bukan tipikal yang abai. Di pelajaran Informatika, nilainya bisa mencapai 92. Rasa penasarannya akan teknologi membawanya menuntaskan program Google for Education hingga mendapat Certificate of Completion. Begitu pun dengan bahasa Inggris, ia tak ragu menjajal EF SET dan mendapat skor 50/100 setara level B1 Intermediate. Bukan hasil akhir yang dikejar, tapi proses belajar itu sendiri.

Ada sisi lain Rovi yang mungkin belum banyak yang tahu: perpaduan antara ketenangan dan adrenalin di olahraga berkuda dan memanah. Bahkan ia pernah mencoba memanah langsung dari atas kuda, yang jelas butuh keseimbangan tubuh, nyali, ketepatan, dan konsentrasi penuh. Bayangkan harus mengendalikan posisi duduk sambil mengarahkan anak panah ke sasaran—satu saja lengah, hasilnya meleset.

Bicara soal konsentrasi dan ketepatan momen, sepertinya itu juga yang bikin ia jatuh hati ke dunia fotografi. Salah satu pengalamannya adalah mengabadikan kemeriahan Jakarta Light Festival di Kota Tua. Di sana ia memotret aksi musisi di atas panggung dan pertunjukan cahaya yang menyapa bangunan-bangunan tua. Memotret di malam hari tentu bukan perkara mudah, tapi justru itu tantangan yang ia nikmati: mencari sudut terbaik dan mengatur pencahayaan agar cerita di balik setiap foto bisa tersampaikan

Type above and press Enter to search.