![]() |
| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026. (Foto: Setkab). |
Pelantikan berlangsung dengan khidmat dan menjadi tonggak awal pengabdian para lulusan IPDN sebagai aparatur pemerintahan yang akan bertugas melayani masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Presiden Prabowo hadir sebagai Inspektur Upacara dan memimpin langsung seluruh rangkaian prosesi. Acara diawali dengan Salam Kebangsaan, penghormatan kebesaran, serta laporan dari Komandan Upacara. Puncak pelantikan ditandai dengan pembacaan pernyataan pelantikan oleh Presiden yang kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat kepada tiga perwakilan Pamong Praja Muda.
Prosesi selanjutnya adalah pengambilan sumpah jabatan yang diwakili oleh para Pamong Praja Muda dari berbagai agama. Momen tersebut menjadi simbol kuat penghormatan terhadap keberagaman sekaligus mempertegas persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa profesi sebagai pamong praja merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa yang menuntut integritas tinggi, keberanian, disiplin, serta kesediaan untuk berkorban demi kepentingan masyarakat.
Presiden mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang aparatur negara bukan terletak pada jabatan yang dimiliki, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan oleh rakyat.
"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Rakyat membutuhkan aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan," tegas Presiden.
Prabowo juga menekankan pentingnya menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan maupun keputusan yang diambil oleh para aparatur pemerintahan.
"Kalau ragu-ragu berpihaklah kepada rakyatmu. Kalau kau ragu-ragu mengambil keputusan, tanya kepada dirimu mana yang menguntungkan rakyat," pesan Presiden kepada para Pamong Praja Muda.
Selain memberikan pesan moral kepada para lulusan, Presiden turut mengapresiasi proses seleksi IPDN yang dinilai semakin mengedepankan prinsip meritokrasi. Menurutnya, keberhasilan sepuluh lulusan terbaik Angkatan XXXIII yang berasal dari keluarga sederhana menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi dan mengabdi kepada negara terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi.
"Ini menunjukkan bahwa siapa pun yang memiliki kemampuan, kerja keras, dan prestasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan," ungkap Presiden.
Upacara pelantikan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Andhika Bhayangkari, laporan Komandan Upacara, penghormatan kebesaran, dan Salam Kebangsaan.
Usai prosesi resmi berakhir, Presiden Prabowo menyaksikan penampilan yel-yel dan Victory Apel yang dibawakan oleh para Pamong Praja Muda sebagai simbol semangat, disiplin, dan kesiapan mereka mengemban amanah sebagai aparatur pemerintahan.
Selanjutnya, Presiden menuju Plaza Rektorat IPDN untuk berfoto bersama sepuluh lulusan terbaik beserta orang tua mereka sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII.
Sebanyak 1.204 Pamong Praja Muda resmi dilantik pada kesempatan tersebut. Prosesi pelantikan turut disaksikan sekitar 2.900 tamu undangan, yang terdiri atas keluarga pamong praja, civitas akademika IPDN, pejabat pemerintah, serta berbagai unsur undangan lainnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum lahirnya aparatur pemerintahan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
