![]() |
| Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Hadirkan Inovasi Alat Penetas Telur Ayam Semi Otomatis. (Foto: Dok/Ist). |
Kegiatan yang berlangsung di Jl. Delima RT 02, RW 01, Rumah Bapak Budi, Desa Sukorejo tersebut dilaksanakan di bawah supervisi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Muhammad Zakky Al-Yudi (1422300134, Teknik Mesin, Fakultas Teknik), Amanda Clarisa Amelia Hariawan (1152300110, Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Vidinia Nuansa Citra (1222300120, Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), serta Rachmat Prihanto (1462300078, Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas).
Inisiatif program pengabdian ini muncul karena proses penetasan telur ayam oleh peternak di Desa Sukorejo dinilai belum optimal. Selama ini, warga umumnya masih mengandalkan pengeraman alami oleh induk ayam untuk menetaskan telur. Sayangnya, metode konvensional tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang tidak menentu, sehingga ketidakstabilan suhu dan kelembapan kerap menyebabkan embrio gagal berkembang dan menghambat pertumbuhan populasi ternak warga.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, diadopsilah teknologi tepat guna Alat Penetas Telur Ayam Semi Otomatis, yaitu sistem inkubasi berbasis thermostat digital yang mampu menjaga suhu tetap stabil di kisaran 37,5–38°C sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus tingkat keberhasilan penetasan. Metodologi pelaksanaan program ini meliputi beberapa fase kerja: survei awal dan identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, perancangan serta fabrikasi alat secara kolaboratif bersama masyarakat. Untuk menjamin keberlanjutan program (sustainability), kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan teknis penggunaan, perawatan alat, serta proses pendampingan yang intensif.
Menurut penuturan Bapak Budi selaku mitra peternak ayam di Desa Sukorejo, menuturkan bahwa teknologi Alat Penetas Telur Ayam Semi Otomatis memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan populasi ternak. “Sebelum ada alat ini, telur yang saya erami secara alami banyak yang gagal menetas karena suhunya naik turun. Sekarang dengan alat ini, suhunya lebih stabil dan telur yang menetas jadi lebih banyak,” ujarnya..
Target utama dari program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas dan keberhasilan penetasan telur ayam, tetapi juga untuk membangun kesadaran warga akan pentingnya teknologi tepat guna dalam menunjang usaha peternakan. Di sisi lain, proyek ini menjadi wadah belajar yang nyata bagi para mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang mereka timba di bangku kuliah langsung ke tengah masyarakat.
Rizki Dwi Bakhtiar Surin, selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menekankan bahwa esensi dari program ini melampaui sekadar pengenalan teknologi, melainkan juga menyasar pada perubahan pola pikir warga dalam mengelola usaha peternakan. “Kami berharap lewat program ini, kepedulian masyarakat terhadap pentingnya teknologi tepat guna bisa meningkat, sehingga mereka tergerak untuk menerapkan solusi yang simpel tapi berdaya guna bagi keberlangsungan usaha mereka,” jelasnya.
Selain penyerahan alat, kegiatan juga mencakup sosialisasi mengenai pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung usaha peternakan, serta pelatihan penggunaan dan perawatan Alat Penetas Telur Ayam Semi Otomatis bagi mitra.
Di sisi lain, Rachmat Prihanto selaku perwakilan mahasiswa mengungkapkan bahwa terjun langsung ke lapangan memberikan pengalaman berharga dalam memahami sekaligus memecahkan masalah nyata di masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif ini menjadi jembatan penting untuk menyelaraskan teori perkuliahan dengan realitas di dunia nyata, sekaligus mengasah rasa kepedulian sosial mahasiswa.
Merujuk pada hasil wawancara dengan Bu Laras selaku Sekretaris Desa Sukorejo, program ini dinilai cukup baik karena teknologi penetas telur yang diberikan memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. “Di tengah harga telur yang sedang turun, mungkin fokus pada penjualan bibit ayam bisa menjadi alternatif usaha dengan nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, alat semi otomatis yang dibuat oleh kelompok mahasiswa ini juga memudahkan proses penetasan sehingga lebih efisien dan mengurangi risiko kesalahan saat pembalikan telur,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berhasil menghasilkan satu unit Alat Penetas Telur Ayam Semi Otomatis yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh mitra. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya teknologi tepat guna dalam menunjang produktivitas usaha peternakan ayam.
*) Penulis adalah Rachmat Prihanto, Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
