GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Yarahman: Bab Terakhir Bersama PMII Paser

PMII Paser. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Paser - Sembilan tahun lalu, tepatnya pada 2017, Yarahman memulai langkah pertamanya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di PMII Komisariat STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot. Saat itu, ia hanyalah seorang mahasiswa yang tengah mencari ruang belajar, bertumbuh, dan mengasah diri di luar bangku kuliah. Tanpa disadari, keputusan sederhana itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang membentuk cara berpikir, karakter kepemimpinan, serta arah pengabdiannya kepada masyarakat.

Bagi Yarahman, PMII tidak pernah dimaknai sebagai sekadar organisasi mahasiswa. Organisasi ini menjadi sekolah kader yang mempertemukan tradisi intelektual, gerakan sosial, dan pengabdian. Dari forum-forum diskusi, pelatihan kader, hingga dinamika organisasi yang penuh tantangan, ia belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling menonjol, melainkan tentang siapa yang mampu bertahan dalam proses, merawat kebersamaan, dan terus menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Perjalanannya di PMII tidak berlangsung secara instan. Ia bertumbuh melalui setiap jenjang kaderisasi, mengikuti pendidikan formal organisasi, aktif dalam forum intelektual, kegiatan sosial, serta berbagai proses pengembangan kapasitas yang membentuk karakter dan kepemimpinannya sebagai seorang kader. Dari proses itulah lahir keyakinan bahwa seorang kader harus mampu memadukan kekuatan intelektual, kepekaan sosial, dan integritas moral dalam setiap pengabdiannya.

Kepercayaan pertama datang ketika ia dipercaya memimpin PMII Komisariat STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot. Pada masa itu, Yarahman mulai menghidupkan budaya membaca, menulis, dan berdiskusi sebagai ruh kaderisasi. Baginya, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya melahirkan kader yang aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan yang relevan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pengalaman tersebut mengantarkannya mengemban amanah sebagai Sekretaris Pengurus Cabang PMII Kabupaten Paser, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Paser Masa Khidmat 2025–2026. Di bawah kepemimpinannya, PMII Paser diarahkan menjadi organisasi yang tidak hanya menguatkan kaderisasi, tetapi juga menghadirkan ruang-ruang intelektual, memperluas kolaborasi, serta mengambil peran aktif dalam mengawal berbagai isu strategis daerah.

Selama masa kepemimpinannya, PMII Paser mengembangkan beragam program yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda melalui seminar kepenulisan, gerakan literasi, diskusi publik, pendidikan politik, hingga penguatan literasi digital. Berbagai forum tersebut mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, media, serta masyarakat sipil untuk membahas berbagai persoalan strategis daerah. Pada saat yang sama, PMII Paser juga aktif mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembangunan Kepemudaan, menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan publik, serta membangun dialog mengenai tata kelola pemerintahan, demokrasi, pembangunan daerah, hingga persoalan ekonomi masyarakat. Menurut Yarahman, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi kelompok yang kritis, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan, memperkuat partisipasi publik, dan menawarkan solusi melalui pendekatan akademik, dialog yang konstruktif, serta kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai gerakan advokasi masyarakat sipil. Bersama PMII Paser dan sejumlah elemen masyarakat, Yarahman terlibat dalam penyampaian aspirasi mengenai tata kelola pemerintahan, pembangunan daerah, persoalan ekonomi, hingga kelangkaan dan distribusi BBM yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Paser. Ketika terjadi tindakan represif terhadap massa aksi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, ia memimpin audiensi dengan Polres Paser sekaligus mengoordinasikan aksi damai yang menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk dorongan terhadap profesionalisme aparat penegak hukum, penghormatan atas kebebasan menyampaikan pendapat, serta perlindungan hak-hak konstitusional warga negara. Dalam pandangannya, demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh apabila ruang kritik, dialog, dan partisipasi publik tetap dijaga sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

Di luar isu kebijakan, kepemimpinannya juga ditandai oleh berbagai aksi kemanusiaan. PMII Paser menginisiasi penggalangan bantuan, distribusi kebutuhan pokok, serta dukungan psikososial bagi korban kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Paser. Organisasi juga memperluas kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual dan perundungan sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan organisasi yang aman, inklusif, dan berperspektif kemanusiaan.

Selain memperkuat gerakan eksternal, Yarahman juga memberi perhatian terhadap penguatan kelembagaan organisasi. Selama masa kepemimpinannya, PMII Paser melakukan pembenahan administrasi, mengembangkan media informasi dan website resmi organisasi, memperbarui identitas visual, memperkuat sistem komunikasi kelembagaan, serta memperluas jejaring kemitraan sebagai upaya membangun organisasi yang lebih adaptif, profesional, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Bagi Yarahman, sembilan tahun di PMII bukanlah perjalanan untuk mengejar jabatan, melainkan proses panjang yang menempa karakter, cara berpikir, dan tanggung jawab sosial. PMII mengajarkannya bahwa kepemimpinan lahir dari kaderisasi yang berkesinambungan, tradisi intelektual yang terus dirawat, serta keberanian untuk tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kini, ketika masa kepemimpinannya memasuki bab terakhir, ia tidak memandangnya sebagai akhir dari perjalanan. Yang berakhir hanyalah masa amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang. Adapun semangat kaderisasi, nilai-nilai pergerakan, dan tanggung jawab pengabdian akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Sebab, menjadi kader PMII bukanlah identitas yang dibatasi oleh masa jabatan, melainkan komitmen seumur hidup untuk terus belajar, mengabdi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Type above and press Enter to search.