GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

UIN Sunan Kalijaga Bermitra dengan UIN Mataram Kembangkan Model Unit Layanan Disabilitas untuk Pendidikan Tinggi Inklusif

Proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Mataram dalam pengembangan pendidikan tinggi inklusif serta layanan disabilitas berkelanjutan.

Suara Time, Mataram, 4 Juni 2026
— UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjalin kemitraan dengan UIN Mataram dalam pelaksanaan penelitian yang didanai oleh MORA Aif Funds Tahun 2026. Penelitian ini berjudul Organizational Development and Inclusive Governance: Developing a Disability Service Unit Model for Indonesian Higher Education.

Kegiatan kemitraan ini berlangsung pada Selasa–Kamis, 2–4 Juni 2026, di UIN Mataram. Tim peneliti dari UIN Sunan Kalijaga diwakili oleh Ro’fah, Ph.D., selaku ketua peneliti, dan Jamil Suprihatiningrum, Ph.D. Kehadiran tim diterima oleh Dr. Mira Mareta, M.A., Ketua Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Mataram.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahap awal penelitian, yaitu analisis kebutuhan dan pemetaan kesiapan kelembagaan UIN Mataram dalam pengembangan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Pada tahap ini, tim peneliti menggali informasi terkait kebijakan kampus, sumber daya manusia, infrastruktur, budaya organisasi, serta praktik layanan yang telah berjalan. Hasil analisis kebutuhan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan model Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Ro’fah, Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak perguruan tinggi untuk memiliki model kelembagaan layanan disabilitas yang lebih sistematis. Menurutnya, berbagai regulasi nasional telah menegaskan pentingnya penyediaan akomodasi yang layak bagi mahasiswa penyandang disabilitas, namun implementasinya masih memerlukan dukungan model operasional yang jelas, terukur, dan dapat direplikasi.

“Penelitian ini tidak hanya ingin menghasilkan konsep, tetapi juga model kelembagaan ULD yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi. Karena itu, tahap analisis kebutuhan menjadi sangat penting agar model yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kapasitas masing-masing kampus,” ujarnya.

Jamil Suprihatiningrum, Ph.D., menambahkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan Organizational Development dan Inclusive Governance. Pendekatan tersebut dipilih karena penguatan layanan disabilitas di perguruan tinggi tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga perlu menyentuh aspek tata kelola, koordinasi lintas unit, kebijakan internal, pengembangan sumber daya manusia, dan partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui penelitian ini, UIN Sunan Kalijaga bersama mitra PTKI, termasuk UIN Mataram, akan mengembangkan model ULD berbasis kelembagaan yang mencakup struktur organisasi, fungsi layanan, prosedur kerja, instrumen asesmen, modul pelatihan, serta sistem informasi akomodasi. Model ini dirancang agar dapat membantu perguruan tinggi dalam menyediakan layanan akademik dan non-akademik yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Selain pelaksanaan kegiatan analisis kebutuhan, kerja sama ini juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Mataram. Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi antarlembaga, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi inklusif, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan.

Kemitraan ini diharapkan menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam memperkuat implementasi pendidikan tinggi inklusif di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Dengan keterlibatan UIN Mataram sebagai salah satu mitra penelitian, pengembangan model ULD diharapkan dapat merepresentasikan kebutuhan kampus yang beragam dan menghasilkan model yang lebih adaptif untuk diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Penelitian ini dirancang berlangsung selama dua tahun, yaitu 2026–2027. Pada tahun pertama, fokus penelitian diarahkan pada analisis kebutuhan, penyusunan model konseptual, pengembangan model operasional awal, serta validasi pakar. Pada tahun kedua, penelitian akan dilanjutkan dengan uji coba lapangan, evaluasi efektivitas model, penyusunan blueprint ULD nasional, dan rekomendasi kebijakan bagi pemangku kepentingan terkait.

Melalui riset ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada pemenuhan hak mahasiswa penyandang disabilitas. Kolaborasi dengan UIN Mataram diharapkan menjadi salah satu pijakan penting dalam membangun sistem layanan disabilitas yang lebih kuat, berkelanjutan, dan dapat direplikasi secara nasional.

 

Type above and press Enter to search.