| Ilustrasi: Editorial / AI-Generated (ChatGPT) |
Suara Time, Jakarta - Di tengah pesatnya
pertumbuhan ekosistem publikasi ilmiah nasional, sejumlah lembaga penerbitan
jurnal ilmiah yang berbasis di Aceh dan Indonesia terus memperkuat
kontribusinya dalam mendiseminasikan pengetahuan akademik. Jaringan jurnal yang
dikelola oleh STMIK Indonesia Banda Aceh,
L-MSTI Indonesia,
Lembaga KITA, Yayasan
Kawanad, dan Yayasan
YPMMA kini mencakup lebih dari 20 jurnal ilmiah
dalam berbagai bidang keilmuan, mulai dari ilmu komputer, teknologi informasi,
manajemen, ekonomi, akuntansi, komunikasi, pendidikan, hukum, teknik, sains,
desain, hingga seni dan budaya.
Data SINTA Kemdiktisaintek
per Mei 2026 menunjukkan bahwa ekosistem jurnal nasional Indonesia telah
mencapai 15.456 jurnal terakreditasi dengan 331.407 penulis terdaftar dari
5.543 institusi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.580 jurnal atau 68,45% berada
pada peringkat SINTA 4 dan SINTA 5, yang menjadi tulang punggung ekosistem
publikasi ilmiah nasional.
Beberapa jurnal unggulan
dalam jaringan ini antara lain:
- IJMSIT — terakreditasi SINTA 3
sampai 2029, populer di kalangan dosen dan penulis ASEAN
- IJSECS — terakreditasi SINTA 3
sampai 2030, dengan penulis dari Indonesia, Malaysia, India, Iran,
Finlandia, dan Amerika
- IJER — terakreditasi SINTA 4
sampai 2030, berfokus pada riset dan analisis ekonomi
- EMT KITA — terakreditasi SINTA 4
sampai 2029, telah menerbitkan artikel lebih dari 11 tahun
- JEMSI — terakreditasi SINTA 4
sampai 2028, populer di kalangan mahasiswa manajemen dan akuntansi
- JTIK — terakreditasi SINTA 4
sampai 2027, relevan untuk kajian media sosial dan komunikasi digital
Menurut Munawir, S.Pd.I.,
S.Kom., M.M., dosen Universitas Internasional Muhammadiyah Bali sekaligus
editor jurnal ilmiah nasional:
"Jurnal nasional bukan sekadar tempat menerbitkan artikel. Ia adalah jembatan antara penelitian yang dilakukan di lapangan dengan komunitas akademik yang lebih luas. Ketika jurnal dari Aceh bisa menarik penulis dari ASEAN, Afrika, Amerika, dan Eropa, itu menunjukkan bahwa kualitas tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh komitmen terhadap standar editorial."
Selain jurnal yang sudah
terakreditasi, jaringan ini juga memiliki sejumlah jurnal yang sedang menjalani
proses akreditasi atau re-akreditasi, termasuk Jurnal Manajemen dan Teknologi
serta Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi dari STMIK Indonesia Banda
Aceh, Journal Desktop Application (JDA) dari L-MSTI Indonesia, LANCAH: Jurnal
Inovasi dan Tren dari Lembaga KITA, serta Computer Journal dan Design Journal
dari Yayasan YPMMA.
Sebagian besar jurnal dalam
jaringan ini telah membangun infrastruktur digital yang memadai, termasuk DOI
melalui Crossref, sistem OJS, serta keterhubungan dengan layanan pengindeks
seperti Index Copernicus, CORE, ROAD, Semantic Scholar, Scilit, Scite, dan
Connected Papers.
Pertumbuhan ini sejalan dengan data GARUDA Kemdiktisaintek per Mei 2026 yang mencatat lebih dari 5,22 juta artikel ilmiah dan 29.376 jurnal dalam basis data nasional.
Sumber
data: SINTA Kemdiktisaintek (Mei 2026), GARUDA Kemdiktisaintek (Mei 2026),
Statistik ISSN Perpustakaan Nasional RI.