GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Transformasi Digital SDM: Akademisi UPN Jatim Rancang Modul Evaluasi Pelatihan Berbasis Sistem untuk Industri Geoteknik

Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Manajemen UPN "Veteran" Jawa Timur menginisiasi perancangan instrumen evaluasi kinerja di PT Soilens, Bandung. (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Bandung – Pengukuran keberhasilan sebuah program pelatihan karyawan di perusahaan padat karya sering kali terkendala oleh sistem rekapitulasi data yang tidak terstruktur secara digital. Untuk mengatasi inefisiensi administratif tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Manajemen UPN "Veteran" Jawa Timur menginisiasi perancangan instrumen evaluasi kinerja di PT Soilens, Bandung.

Berada di bawah bimbingan teknis Dimas Nugroho Dwi Seputro, S.Si., M.B.A., mahasiswa pelaksana Ahmad Syahrir Ridwan melakukan pemetaan terhadap efektivitas pelatihan operasional alat berat (Sondir 2.5 Ton). Dari analisis tersebut, disimpulkan bahwa perusahaan membutuhkan transformasi sistem pencatatan untuk memonitor dampak pelatihan terhadap produktivitas karyawan secara riil.

Inovasi pengabdian ini merupakan terobosan yang relevan dengan pemenuhan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Modul "Mekanisme Pembuatan Rekapitulasi Evaluasi Pelatihan Berbasis Microsoft Excel" yang diciptakan memungkinkan divisi Human Capital untuk mendeteksi kesenjangan keterampilan (skill gap) karyawan secara presisi. Pekerja yang teredukasi dengan baik akan memiliki produktivitas tinggi, yang bermuara pada pertumbuhan laba perusahaan.

Selain memfasilitasi pembuatan sistem rekapitulasi, kajian ini juga membedah variabel kepemimpinan transformasional dan dampaknya terhadap motivasi pekerja. Kombinasi antara pendekatan psikologi industri dan digitalisasi data evaluasi ini memberikan cetak biru (blueprint) tata kelola SDM yang komprehensif bagi manajemen PT Soilens.

Inisiatif ini menjadi bukti konkret bahwa program magang dan pengabdian masyarakat tidak semata-mata menjadi syarat kelulusan akademis. Lebih dari itu, ia merupakan wujud nyata hilirisasi produk intelektual kampus yang mampu menyelesaikan kebuntuan birokrasi dan operasional di tingkat perusahaan. (Dimas Seputro)

Type above and press Enter to search.