![]() |
| Peserta luring Workshop dengan pemateri foto bersama usai kegiatan. |
Suara Time, Yogyakarta — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan program penguatan metodologi penelitian bagi mahasiswa pascasarjana melalui Workshop Systematic Literature Review (SLR) yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Ruang Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa Pascasarjana FITK Kampus Sambilegi.
Workshop ini diikuti sekitar 20 peserta secara luring dan lebih dari 60
peserta secara daring dari berbagai program studi magister dan doktor. Kegiatan
menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat budaya riset dan publikasi
ilmiah di lingkungan pascasarjana.
![]() |
| Peserta Workshop SLR FITK UIN Sunan Kalijaga mengikuti pemaparan materi secara hybrid di Kampus Sambilegi. |
Ketua Layanan Penelitian, Penulisan Akademik, dan Publikasi Mahasiswa
Pascasarjana FITK, Jamil Suprihatiningrum, Ph.D., menjelaskan bahwa kemampuan
melakukan literature review secara sistematis menjadi kebutuhan penting
bagi mahasiswa pascasarjana, terutama di tingkat doktoral.
Menurutnya, mahasiswa perlu mulai meninggalkan pola kajian pustaka yang
sekadar merangkum teori, menuju kajian yang benar-benar mampu memetakan
perkembangan ilmu pengetahuan, menemukan research gap, serta menawarkan novelty
penelitian.
“Literature review bukan hanya pelengkap pendahuluan. Pada level doktoral, review literatur harus dilakukan secara serius, sistematis, dan berbasis metodologi yang jelas. SLR menjadi salah satu pendekatan yang sangat penting karena mampu menunjukkan posisi penelitian secara lebih kuat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak artikel berbasis SLR berhasil
dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi karena memberikan
kontribusi penting dalam memetakan arah perkembangan penelitian dan kebutuhan
riset selanjutnya.
Hari pertama workshop menghadirkan Yuyun Libriyanti, M.Pd., periset dari
BRIN, dengan moderator Imam Khoriyadi, M.Pd. Dalam pemaparannya, Yuyun
menjelaskan bahwa systematic review bukan sekadar mengumpulkan artikel, tetapi
proses ilmiah yang membutuhkan desain dan strategi yang ketat sejak awal
penelitian.
Ia menekankan pentingnya merumuskan research question yang fokus
dan spesifik karena hal tersebut akan menentukan arah keseluruhan proses
review.
“Banyak mahasiswa langsung mencari artikel tanpa memiliki research question yang jelas. Padahal kualitas systematic review sangat ditentukan oleh ketepatan pertanyaan penelitian dan desain protokol review,” ungkapnya.
Pada sesi ini peserta juga mempelajari berbagai jenis literature
review, penggunaan framework PICOS dan SPIDER, serta penyusunan protokol
SLR yang terstruktur.
Hari kedua workshop diisi oleh Aris Armeth Daud Al Kahar, M.Pd. dengan
moderator Wahyu Nurrohman, M.Pd. Materi difokuskan pada strategi pencarian
artikel ilmiah dan proses screening menggunakan pendekatan PRISMA 2020. Peserta
mempraktikkan penyusunan Boolean search, pemilihan database ilmiah,
serta teknik seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.
Sementara itu, hari ketiga menghadirkan Asriana Harahap, M.Pd. dari UIN
Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dengan moderator Imam Khoriyadi, M.Pd. Pada sesi
ini peserta mempelajari teknik data extraction, sintesis temuan secara
naratif dan tematik, serta penyusunan tabel evidence dalam systematic review.
Antusiasme peserta terlihat selama workshop berlangsung. Diskusi berjalan
aktif dengan berbagai pertanyaan terkait strategi pencarian artikel, penentuan
kata kunci, penyusunan research question, hingga teknik menemukan novelty
penelitian dari hasil kajian literatur.
Salah satu peserta, Dinda Maharani, mengaku workshop ini memberikan
pemahaman baru tentang pentingnya literature review dalam penelitian
pascasarjana.
“Selama ini saya mengira literature review hanya bagian awal penelitian. Setelah workshop ini, saya memahami bahwa systematic review bisa menjadi penelitian yang kuat dan memiliki peluang besar dipublikasikan di jurnal internasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FITK UIN Sunan Kalijaga berharap mahasiswa
pascasarjana semakin memiliki kemampuan metodologis yang lebih matang dalam
menyusun kajian literatur secara sistematis, kritis, dan berbasis data untuk
mendukung kualitas tesis, disertasi, dan publikasi ilmiah.

