GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Belajar Merencanakan Masa Depan : Pengalaman Nyata Dibalik Musrenbang Kabupaten Tulungagung

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tulungagung. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Tulungagung- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar rapat biasa. Di balik setiap sesi diskusi dan lembar data yang diverifikasi, tersimpan harapan masyarakat yang menunggu untuk diwujudkan. Itulah yang dirasakan oleh penulis yaitu Adya Ahmad Ramadhana, Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang angkatan 2023 yang saat ini sedang menjalani magang selama 4 bulan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung, khususnya di Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi (Rendalev). 

Musrenbang Kabupaten merupakan forum tertinggi dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan di tingkat kabupaten. Forum ini menjadi muara dari seluruh usulan yang telah dikumpulkan dari tingkat desa, kecamatan, hingga forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di sinilah penulis berkesempatan melihat bagaimana demokrasi perencanaan bekerja secara nyata.

Sebelum mengikuti kegiatan Musrenbang Kabupaten Tulungagung, penulis turut serta dalam  musrenbang di berbagai kecamatan. Dari 19 kecamatan yang ada penulis mengikuti musrenbang di 5 kecamatan di Kabupaten Tulungagung, yaitu Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Sendang, Kecamatan Besuki, Kecamatan Tulungagung dan Kecamatan Ngantru, dan terakhir adalah Musrenbang Kabupaten Tulungagung. Dalam forum musrenbang tersebut berisi berbagai sesi pembahasan lintas sektor, mulai dari usulan infrastruktur jalan desa, peningkatan layanan kesehatan dasar, pengembangan ekonomi lokal, hingga program pemberdayaan masyarakat semua dibahas dalam satu forum yang melibatkan unsur pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha dan organisasi kemasyarakatan. Sebagai peserta magang, penulis bertugas membantu kelancaran kegiatan forum, serta mencatat poin-poin prioritas yang disepakati. Pengalaman ini membuka wawasan penulis bahwa proses perencanaan pembangunan membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan komitmen kuat terhadap kepentingan publik.

Selain ikut dalam forum musrenbang, tugas lainnya yang diemban penulis adalah membantu proses penginputan data hasil musrenbang ke dalam dokumen yang telah disediakan. Kegiatan ini memiliki peran penting karena seluruh usulan pembangunan yang telah dibahas dan disepakati perlu didokumentasikan secara sistematis agar dapat menjadi dasar dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Proses penginputan meliputi memasukkan data usulan kegiatan hasil Musrenbang, menyesuaikan nama program dan kegiatan dengan nomenklatur yang berlaku, serta memastikan data yang dimasukkan telah sesuai dengan hasil pembahasan dan prioritas pembangunan daerah. Ketelitian dalam proses ini diperlukan agar data yang tersusun dapat digunakan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan dokumen perencanaan seperti RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) dan dokumen pembangunan daerah lainnya.

Kegiatan yang dilakukan penulis selama magang di Bappeda Kabupaten Tulungagung tidak hanya berupa aktivitas administratif, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan Musrenbang yang dilaksanakan mendukung pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perencanaan program yang dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemerataan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat, SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, serta SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui proses perencanaan yang mengedepankan partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Dengan demikian, kegiatan magang yang dilakukan secara tidak langsung turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Type above and press Enter to search.