GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Belajar Manajemen Produksi Film sebagai Asisten Sutradara 4, Mahasiswa ISI Surakarta Terlibat dalam Proyek “Ivanna 2”

Mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. (Foto: dok/ist). 
Suara Time, Surakarta — Pengalaman belajar di bangku kuliah diperluas melalui praktik industri yang nyata. Hal tersebut dijalani oleh mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Dikho Pradiva Putra Dira, yang melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) sebagai Asisten Sutradara 4 dalam proyek film layar lebar Ivanna 2 produksi MD Pictures dan Mowin Pictures.

Film Ivanna 2 sendiri merupakan sekuel dari film horror Ivanna yang telah rilis pada tahun 2022 dan mendapatkan 2.793.775 penonton selama masa penayangannya di bioskop. Disutradarai oleh Kimo Stamboel, Produksi ini melibatkan skala kerja profesional dengan sistem manajemen produksi yang terstruktur dan disiplin waktu yang ketat, sehingga menjadi ruang belajar yang signifikan bagi mahasiswa dalam memahami dinamika industri perfilman nasional.

Program KKP (Kuliah Kerja Profesi) berlangsung sejak 1 September hingga 29 Oktober 2025 dan menempatkan Dikho di departemen penyutradaraan. Dalam pelaksanaannya, Dikho berada di bawah arahan langsung Eigi Pohan selaku Asisten Sutradara 1 yang juga bertindak sebagai instruktur lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, ia memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung sistem kerja profesional dalam produksi film panjang.

Pada tahap praproduksi, Dikho terlibat dalam penyusunan cast breakdown tiap adegan, pembuatan notula berbagai rapat produksi, serta mengikuti kegiatan recce lokasi di sejumlah kota. Selain itu, ia turut mendukung pelaksanaan cast workshop, test look make up & fitting wardrobe, big reading bersama sutradara, hingga persiapan teknis seperti videoboard dan test cam. Keterlibatan ini memperlihatkan bagaimana proses kreatif dan manajerial berjalan beriringan sebelum kamera mulai merekam.

Memasuki tahap produksi, tanggung jawab semakin meningkat. Sebagai bagian dari tim asisten sutradara, Dikho membantu memastikan kesiapan pemain di basecamp, menyusun sides script harian, melakukan standby di set, serta mengatur figuran sesuai kebutuhan adegan. Koordinasi lintas departemen menjadi pengalaman penting dalam menjaga ritme kerja produksi agar tetap sesuai jadwal yang telah dirancang.

Menurut Dikho, pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai pentingnya manajemen waktu, komunikasi efektif, serta ketelitian dalam produksi film berskala industri. Dinamika perubahan jadwal dan kebutuhan teknis di lapangan menjadi tantangan sekaligus ruang belajar yang signifikan dalam membentuk kesiapan profesional.

Kegiatan KKP tersebut juga berada di bawah bimbingan akademik Dr. Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn., selaku dosen pembimbing dari ISI Surakarta. Sinergi antara pembimbing akademik dan instruktur lapangan menjadi bagian penting dalam menjembatani teori yang dipelajari di kampus dengan praktik industri secara langsung.

Melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ini, Program Studi Film dan Televisi ISI Surakarta terus mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam produksi profesional sebagai upaya memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, serta kesiapan menghadapi industri kreatif nasional.


*) Penulis adalah Dikho Pradiva Putra Dira, Mahasiswa Program Studi Film dan Televisi di Institut Seni Indonesia Surakarta. 

Type above and press Enter to search.