GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

UMKM Pasar Baru Magetan: Bertahan di Tengah Dukungan dan Literasi Keuangan yang Tertatih

Pasar Baru Magetan Dok. Pribadi

Penulis :
 Yuniar Jamil Syahrir Bakhri SE, Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Editor : Lia Kirana

Suara Time, Opini - UMKM sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Tapi kalau kita menengok ke Pasar Baru Magetan, ada cerita lain yang jarang terdengar: pedagang yang gigih, namun masih kesulitan mengelola keuangan usaha mereka.

Banyak yang masih mencampur uang pribadi dengan uang usaha, tidak punya pencatatan rapi, dan belum terbiasa menganalisis modal kerja. Akibatnya, ketika harga barang naik atau pembeli menurun, usaha mereka langsung goyah. Daya juang tinggi saja ternyata tidak cukup kalau fondasi keuangan rapuh.

Masalah makin pelik karena kebijakan pemerintah daerah belum sepenuhnya berpihak. Sewa ruko naik, retribusi harian tetap berjalan, sementara fasilitas pasar belum optimal. Promosi pasar pun minim, pendampingan usaha terasa setengah hati. Pedagang akhirnya harus menanggung beban ganda: keterbatasan literasi keuangan dan kebijakan yang kurang mendukung.

Revitalisasi sekitar lingkungan Pasar Baru Magetan di Era Bupati periode Bapak Suprawoto meninggal Pekerjaan rumah yang cukup pelik, khususnya terkait lesunya UMKM yang berada didalam Pasar Baru. Suasana yang kurang bergairah sangat terasa di area Bisnis pelaku usaha di dalam Pasar Baru Magetan.

Inovasi Pemerintah Daerah dengan memusatkan pelayanan Publik di Pasar Baru dan penambahan Area Foodcourt rupanya belum secara signifikan meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di Pasar Baru.

Pada pembahasan lainnya, pentingnya literasi keuangan juga merupakan kebutuhan dasar. Bisa membaca arus kas, mengelola modal, dan menekan biaya adalah kunci agar UMKM tetap bertahan. Tanpa itu, mereka akan terus berada di posisi rentan.

Sudah waktunya pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan pasar rakyat. Pelatihan keuangan sederhana, pendampingan usaha, dan perbaikan fasilitas harus jadi prioritas. UMKM tidak hanya butuh tempat berjualan, tapi juga ekosistem yang membuat mereka berkembang.

Pedagang Pasar Baru Magetan adalah cermin ribuan UMKM lain di Indonesia. Mereka bekerja keras setiap hari, namun kerja keras itu butuh dukungan nyata. Jika UMKM benar-benar ingin dijadikan pilar ekonomi, maka kolaborasi antara kebijakan yang berpihak, literasi keuangan yang kuat, dan pendampingan usaha berkelanjutan bukan lagi pilihan melainkan keharusan.

Komentar0

Type above and press Enter to search.