GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Dari Benang ke Kreasi, Mahasiswa UC Belajar Knitting di Kelas Basic Fashion Textile and Material

Mahasiswa menunjukkan hasil eksperimen textile swatch teknik knitting kepada dosen

SUARA TIME, SURABAYA
- Suasana berbeda terlihat di salah satu ruang studio desain di Universitas Ciputra Surabaya. Bukan mesin jahit atau komputer desain yang mendominasi, melainkan gulungan benang warna-warni dan jarum rajut yang sibuk digerakkan oleh para mahasiswa. Di kelas Basic Fashion Textile and Material, mahasiswa belajar teknik knitting sebagai dasar memahami material tekstil secara langsung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran dasar fashion, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tekstil, tetapi juga merasakan langsung bagaimana benang dapat berubah menjadi struktur kain melalui teknik rajut.

Dosen pengampu mata kuliah, Fabio Ricardo Toreh, menjelaskan bahwa praktik knitting membantu mahasiswa memahami karakter material secara lebih mendalam.

“Knitting mengajarkan mahasiswa bagaimana sebuah material terbentuk dari struktur benang. Mereka belajar memahami tekstur, elastisitas, dan kemungkinan eksplorasi desain dari bahan yang sederhana,” jelasnya.

Lilian, Renata, Karen, Jerrica, dan Jeanette sedang  berdiskusi mengenai hasil teknik knitting

Menurut asisten dosen, Shendy Arie, pengalaman langsung merajut juga melatih ketelitian serta kesabaran mahasiswa dalam proses desain.

“Ketika mahasiswa merajut sendiri, mereka menyadari bahwa tekstil bukan sekadar bahan jadi. Ada proses konstruksi yang memengaruhi tampilan dan fungsi kain. Pemahaman ini penting bagi calon desainer,” tambahnya.

Di sisi lain, mahasiswa juga merasakan pengalaman baru ketika mencoba teknik yang selama ini lebih dikenal sebagai kerajinan tangan tersebut.

Salah satu mahasiswa, Alleece Marvina Angdito, peserta kelas mengaku awalnya merasa kesulitan saat pertama kali memegang jarum rajut.

“Awalnya cukup rumit karena harus menjaga ritme tangan dan pola rajutan. Tapi setelah beberapa kali mencoba, rasanya justru menyenangkan karena kita bisa melihat benang berubah menjadi kain secara perlahan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik dasar tekstil, tetapi juga memahami bagaimana eksplorasi material dapat membuka kemungkinan desain baru. Benang yang sederhana pun dapat menjadi media kreatif untuk menghasilkan berbagai tekstur dan bentuk dalam dunia fashion.

Pendekatan praktik seperti ini menjadi salah satu cara Universitas Ciputra Surabaya membekali mahasiswa dengan pemahaman material yang kuat sejak awal perkuliahan. Dengan mengenal proses pembentukan kain secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas sekaligus kepekaan terhadap material dalam merancang karya fashion di masa depan.

 

Komentar0

Type above and press Enter to search.