Suara Time, Jakarta - Yudhistira Adwimurti, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan akademisi internasional dalam International Conference on Advances in Business Management and E-Business (ICABMeB 2026) yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 8 Maret 2026.
Perhelatan ilmiah bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh International Institute of Engineers and Researchers (IIER) tersebut bertempat di Richmond Hotel Tokyo Shiba dan dihadiri oleh para peneliti dari berbagai negara, termasuk Hong Kong, Thailand, Taiwan, Mongolia, Amerika Serikat, dan Filipina.
Penelitian yang dipresentasikan Yudhistira berjudul "Intellectual Capital and Business Performance: The Contingent Role of Management Accounting Information Systems". Studi ini disusun bersama koleganya, Prof. Dr. Etty Murwaningsari dari Universitas Trisakti, Suzyanty binti Mohd Shokory dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, serta Sistya Rachmawati dari Tri Bhakti Business School Bekasi.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana tiga dimensi modal intelektual yakni modal manusia (human capital), modal struktural (structural capital), dan modal relasional (relational capital) memengaruhi kinerja bisnis perusahaan, serta menguji peran Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) sebagai faktor kontigensi yang memoderasi hubungan tersebut.
Data primer dikumpulkan dari para pejabat korporasi perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) lintas dua belas sektor industri. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis varians (PLS-SEM) melalui platform SmartPLS 4.0.
"Temuan kami menunjukkan bahwa ketiga komponen modal intelektual memberikan pengaruh positif terhadap kinerja bisnis. Namun yang paling menonjol adalah peran modal manusia kompetensi, keahlian, dan kreativitas sumber daya manusia organisasi terbukti menjadi kontributor terkuat," jelas Yudhistira.
Lebih lanjut, studi ini menemukan bahwa kualitas SIAM terbukti secara langsung meningkatkan kinerja bisnis sekaligus memperkuat pengaruh modal manusia terhadap kinerja. Namun demikian, SIAM tidak terbukti memoderasi jalur modal struktural maupun modal relasional, sebuah temuan yang menurut Yudhistira membuka agenda riset lanjutan yang penting.
"Ini menandakan bahwa dukungan informasi akuntansi manajemen bersifat selektif ia memperkuat aset yang bergantung pada manusia, bukan secara universal mengondisikan seluruh dimensi modal intelektual. Implikasinya cukup signifikan bagi perusahaan di pasar berkembang dalam menyelaraskan strategi modal intelektual dengan infrastruktur informasi akuntansi mereka," tambahnya.
Dari sisi teoretis, studi ini mengintegrasikan tiga kerangka besar, yakni Resource-Based View (RBV), Knowledge-Based View (KBV), dan perspektif kontingensi, untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana aset tidak berwujud berinteraksi dengan sistem informasi dalam menghasilkan kinerja korporasi.
Sebagai pengakuan atas kontribusi ilmiahnya, Yudhistira menerima Certificate of Presentation resmi dari IIER lembaga internasional yang menjadi penyelenggara konferensi dan bekerja sama dengan sejumlah mitra akademik global. Sertifikat tersebut menjadi bukti formal atas keikutsertaan dan penyampaian karya ilmiah di hadapan peserta konferensi dari berbagai penjuru dunia.
Capaian ini sekaligus memperkuat rekam jejak Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dalam kancah riset dan publikasi ilmiah global, khususnya di bidang akuntansi manajemen dan kinerja korporasi di pasar modal Indonesia. Bagi Yudhistira, partisipasi aktif di forum internasional merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tata kelola bisnis di Indonesia.

Komentar0