![]() |
| Mahasiswa KKN Universitas Tidar Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Magelang. (Foto: Dok/Ist). |
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi di Desa Mangunrejo yang hingga saat ini masih tercatat 26 balita mengalami stunting. Oleh karena itu, diperlukan upaya pendampingan serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan sebagai langkah untuk menekan angka stunting di tingkat desa.
Sosialisasi ini berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Mangunrejo dan dihadiri oleh Ibu Lurah Desa Mangunrejo, Bidan Desa, Ketua PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa), serta para Kader Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader posyandu mengenai upaya menekan angka stunting, sehingga para kader diharapkan mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita, sebagai langkah pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Azellia Gharsena, mahasiswa Program Studi Gizi, yang menyampaikan materi terkait pentingnya pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa periode tersebut sangat menentukan tumbuh kembang anak, sehingga memerlukan perhatian serius mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun, karena periode ini sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan,” ujar Azellia Gharsena.
Materi yang disampaikan mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pentingnya pemberian ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam lingkungan keluarga. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau sebagai upaya sederhana akan tetapi efektif dalam mencegah stunting.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, Mahasiswa KKN Universitas Tidar juga berperan aktif dalam pendampingan kegiatan posyandu di setiap dusun di Desa Mangunrejo. Pendampingan ini meliputi bantuan penimbangan balita, pencatatan pertumbuhan anak, serta dukungan kepada kader posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Bidan Desa Mangunrejo mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dukungan positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.
“Pendampingan posyandu oleh mahasiswa KKN sangat membantu kegiatan pelayanan, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi dan pendampingan posyandu ini, diharapkan masyarakat Desa Mangunrejo semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang serta aktif memantau pertumbuhan anak. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong penurunan angka stunting di Desa Mangunrejo secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan anak di tingkat desa.
Penulis: Imelda Oktaviana, Shakila Zulaiha Nuraini, Bimansyah Adam Saputra, Dimas Arya Wibowo

Komentar0