GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Bersama Bidan Pukesmas Secang 2, Mahasiswa KKN Universitas Tidar Cegah Peningkatan Angka Stunting yang Edukatif dan Inovatif

Tim KKN Desa Purwosari di Aula Balai Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Pada tanggal 22 Januari 2026. (Foto: Dok/ist).
Suara Time, Magelang - Tim KKN Desa Purwosari menggelar program kerja yang berfokus pada penanganan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan stunting untuk balita di Aula Balai Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Pada tanggal 22 Januari 2026. Sosialisasi pencegahan stunting tersebut didasarkan pada tingginya angka stunting di Kecamatan Secang terkhususnya Desa Purwosari. Berdasarkan data dari pukesmas secang II perdesember tahun 2025 angka stunting mencapai 14%, yang menunjukan tingginya skala balita yang mengalami stunting. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari kurangnya pemahaman mengenai pola asuh gizi seimbang hingga keterbatasan akses terhadap sanitasi yang sehat, sehingga intervensi seperti ini menjadi langkah nyata dalam memutus rantai masalah gizi kronis di tingkat lokal.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB yang diawali dengan proses administrasi kedatangan orang tua dan balita dan dibuka dengan penuh khidmat melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan dari Ketua KKN Ronal Adam dan Bapak Paryono selaku perwakilan Perangkat Desa Purwosari. Keduanya menekankan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa sangat diperlukan untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut yang tergolong masih tinggi.

Puncak kegiatan tersebut diisi dengan Sosialisasi mendalam mengenai pencegahan stunting yang mengandeng Bidan dari Puskesmas Secang II, Saadatul Karimah, A. Md. Keb. bersama rekan sejawatnya yaitu mahasiswa magang dari Program Studi Gizi Universitas Tidar sebagai pemateri yang akan memaparkan betapa pentingnya pencegahan stunting terkhusunya di Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

"Pencegahan stunting sangat krusial pada masa balita karena dampak stunting bersifat permanen, mulai dari terhambatnya tumbuh kembang anak hingga kerentanan terhadap penyakit yang dapat timbulkan dari stunting tersebut" ujar Bidan Saadatul Karimah.

Kemudian diikuti dengan pembagian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa kroket ayam dan jus jambu. Menu PMT ini dipilih secara khusus karena kroket ayam kaya akan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan linier, sementara jus jambu tinggi vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi dan daya tahan tubuh balita yang terdaftar sebagai penderita stunting di Desa Purwosari. Selain itu pemilihan kroket ayam dan jus jambu untuk menjadi salah satu sampel makanan tambahan yang bergizi karena kedua bahan dasar dari makanan tersebut mudah untuk ditemui di Desa Purwosari.

Para narasumber menegaskan bahwa PMT bukan sekadar camilan, melainkan stimulus gizi untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan anak. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para orang tua tampak antusias berkonsultasi mengenai menu sehat dan cara menangani anak yang susah makan demi masa depan generasi Purwosari yang lebih gemilang.

Melalui kegiatan ini diharapan dapat menambah pengetahuan ibu - ibu terkait asupan gizi yang harus dikonsumsi oleh balita guna menekan tingginya angka stunting di Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.