![]() |
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 dari Universitas Hasanuddin. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Makassar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 dari Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan “SAHABAT HEWAN (Sadar Bahaya Rabies) : Edukasi Pencegahan Rabies bagi”
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 24-26 Juli 2025 dan dilanjutkan pada tanggal 30 Juli 2025, dengan sasaran empat sekolah dasar, yaitu SD Inpres Kayu Loe, SD Inpres Onto, SD Negeri 70 Barakassi, dan SD IT Ridha Onto. Edukasi yang diberikan mencakup pengenalan rabies, cara penularannya melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar, serta langkah-langkah pencegahan yang dilakukan oleh para siswa/i. Materi disampaikan melalui media interaktif seperti presentasi visual, kuis, serta simulasi pertolongan pertama.
Kegiatan ini berjalan di bawah bimbingan Nasrah S.KM., M.Kes. Beliau adalah salah satu dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yang turut memastikan bahwa materi edukasi dan metode penyampaian sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik anak usia sekolah dasar.
“Tujuan utama kami adalah menanamkan kesadaran akan bahaya rabies sejak usia dini, serta membekali anak-anak dengan informasi dasar mengenai pencegahan dan penanganan rabies. Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu, tapi juga berani bertindak benar saat menghadapi risiko gigitan hewan,” ujar Resky Nurul Ramadhany, selaku penanggung jawab kegiatan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjangkau 77 siswa/i dari empat sekolah dasar, yaitu SD Inpres Kayu Loe, SD Inpres Onto, SD Negeri 70 Barakassi, dan SD IT Ridha Onto di Kelurahan Onto. Materi disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, seperti penggunaan media visual, kuis, serta simulasi pertolongan pertama pada kasus gigitan hewan.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PK bekerjasama dengan pihak sekolah yang turut membantu dalam proses sosialisasi dan pengumpulan peserta. “Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi juga aktif bertanya dan ikut bermain kuis. Bahkan beberapa dari mereka langsung bercerita soal pengalaman digigit hewan,” ungkap salah satu guru dari Sekolah Dasar di Kelurahan Onto.
Melalui edukasi ini, diharapkan anak-anak dapat memahami pentingnya mencegah rabies dan secara aktif menerapkan perilaku yang lebih aman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kasus rabies dapat dicegah sejak lingkungan terkecil.
Komentar0