GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Tim KKN-T 105 Undip Hadirkan Inovasi Rumah Maggot sebagai Solusi Ekologis dan Ekonomis bagi Sampah Organik

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 105 menghadirkan solusi inovatif. (Foto: Dok/Ist).

Suara Time, Semarang – Permasalahan limbah organik rumah tangga sering kali luput dari perhatian, padahal dampaknya cukup besar terhadap lingkungan. Menjawab tantangan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 105 menghadirkan solusi inovatif melalui program pembuatan dan sosialisasi rumah maggotskala rumah tangga di RW 05, Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Program budidaya maggot ini digagas oleh Andi Sanjaya, mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, bersama Kelompok 2 Tim KKNT 105 yang beranggotakan 9 orang. Di bawah bimbingan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Ibu Riris Tiani, S.S., M. Hum., tim ini menghadirkan sebuah gagasan sederhana namun berdampak besar: mengubah limbah organik menjadi peluang ekonomi melalui budidaya maggot (larva lalat Black Soldier Fly).


“Rumah maggot ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomis. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah dapur bisa menjadi ladang cuan jika dikelola dengan cara yang tepat,” ungkap Andi Sanjaya selaku inisiator program.

Tim KKN-T tidak hanya membangun rumah maggot, tetapi juga melakukan sosialisasi secara interaktif dan aplikatif kepada warga. Dengan pendekatan yang komunikatif, serta praktik langsung pembuatan rumah maggot dari bahan sederhana dan mudah diperoleh, warga diajak untuk ikut serta dalam pengelolaan limbah organik yang efisien.

Dalam sesi pelatihan, warga diperkenalkan pada:

  • Jenis-jenis limbah organik yang dapat dikonsumsi maggot
  • Cara budidaya maggot yang higienis dan tidak berbau
  • Pemanfaatan hasil budidaya sebagai pakan ternak dan pupuk organik
  • Potensi ekonomi dari penjualan maggot segar maupun produk turunannya
Antusiasme warga RW 05 terlihat dari keaktifan mereka selama pelatihan dan ketertarikan terhadap prospek usaha dari budidaya maggot ini.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKN-T Undip ini. Program rumah maggot ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya membantu mengurangi sampah organik di lingkungan kami, tapi juga membuka wawasan warga bahwa limbah bisa punya nilai ekonomi.

Harapannya, setelah kegiatan ini selesai, warga bisa terus melanjutkan dan
mengembangkan budidaya maggot secara mandiri.” — Bambang Priyono, Ketua RW 05 Plamongan Sari.

Program ini tidak hanya berorientasi pada solusi jangka pendek, tapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang menuju masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 dan 12: membangun kota dan komunitas yang berkelanjutan, serta memastikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Type above and press Enter to search.