GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Inovasi Hemat Tempat & Air: KKNT Undip Perkenalkan Sistem Akuaponik kepada Warga Sukorejo

Tim KKNT IDBU-42 Universitas Diponegoro telah melaksanakan program edukasi dan inovasi kepada masyarakat. (Foto: Dok/Ist).

Suara Time, Sukorejo - Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Tim KKNT IDBU-42 Universitas Diponegoro dengan Ketua Pelaksana Bapak Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM telah melaksanakan program edukasi dan inovasi kepada masyarakat mengenai “Budidaya Irit, Panen Maksimal dengan Sistem Akuaponik” pada Selasa (22/7/2025). 

Program penyuluhan tersebut merupakan salah satu bagian dari kegiatan KKNT yang mengusung tema “House Farming”. Edukasi sistem akuaponik sederhana bertujuan sebagai penerapan urban farming dan inovasi pemanfaatan barang bekas untuk menciptakan sistem budidaya yang ramah lingkungan, efisien, dan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh warga.

Penyuluhan dilaksanakan melalui sesi tanya jawab interaktif dan demonstrasi langsung di rumah Kepala Desa Sukorejo RT 05 dengan sasaran kelompok tani dan ternak. Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh Putri Irvina Cahya Munaya dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Jurusan Agroekoteknologi.

Sistem akuaponik yang digunakan yaitu dengan menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dalam satu wadah dengan berintegrasi pada pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan siklus nutrisi alami.

Demonstrasi yang dilakukan dengan menggunakan bahan – bahan sederhana seperti ember berkapasitas 40 – 80 liter, cup plastik, kran air, kawat, benih kangkung, dan bibit lele. Putri menjelaskan secara langsung cara pembuatan sistem akuaponik, mulai dari modifikasi ember, pemilihan bibit lele, cara menanam kangkung, hingga perawatan harian. Selain itu, Putri juga membagikan poster sebagai panduan berkelanjutan yang dapat diterapkan pasca penyuluhan.

Respon masyarakat sangat positif dan antusias mengikuti praktik langsung dan berencana mengembangkan sistem serupa di rumah. Program ini juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi pertanian berkelanjutan. 

“Saya sangat senang mendapatkan pengetahuan tentang akuaponik sederhana ini. Proses pembuatannya ternyata cukup mudah, dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan. Selain itu, kami bisa sekaligus memanen ikan lele dan sayur kangkung secara mandiri,” ujar Pak Yanto, Ketua Kelompok Tani. 

Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sukorejo untuk meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri dengan panen maksimal dan memanfaatkan potensi desa.

Type above and press Enter to search.