Suaratime, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan peningkatan minat dari sejumlah pelaku usaha yang tertarik membangun pabrik pengolahan bahan baku susu ikan, atau hidrolisat protein ikan (HPI). Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistyo, menyebut banyak pengusaha pengolahan ikan yang mulai bertanya mengenai persyaratan dan standar yang diperlukan untuk mendirikan pabrik tersebut.
"Dari pelaku usaha sudah mulai tertarik. Banyak yang datang untuk menanyakan syarat-syarat pendirian dan standar yang harus dipenuhi," ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Jumat (tanggal tidak disebutkan).
Menurut Budi, setidaknya terdapat lima pelaku usaha domestik yang berminat mendirikan pabrik susu ikan. Namun, hingga kini, ketertarikan tersebut belum ditindaklanjuti secara konkret.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa KKP berperan sebagai pemberi standar teknologi dan bahan baku untuk mendukung pengembangan pabrik HPI. Ia juga berharap ada langkah lebih serius dari pihak-pihak yang berminat, khususnya di kawasan Pantura.
"Banyak yang sudah melakukan konsultasi dengan kami. Semoga dalam waktu dekat ada yang benar-benar serius memulai proyek ini," tambahnya.
Susu ikan, salah satu produk turunan HPI, merupakan minuman berprotein tinggi yang diolah menyerupai susu. Nama "susu ikan" digunakan sebagai upaya branding agar produk ini lebih mudah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat.
HPI sendiri merupakan ekstrak protein ikan hasil penelitian tim bioteknologi Litbang KKP pada tahun 2017, dengan memanfaatkan ikan-ikan yang memiliki nilai ekonomi rendah, seperti petek, selar, tamban, dan belok. Pengembangan industri ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
Data KKP menunjukkan bahwa asupan protein masyarakat Indonesia baru mencapai 62,3 gram per kapita per hari, masih di bawah rata-rata negara-negara ASEAN dan jauh tertinggal dari negara maju yang mencapai lebih dari 100 gram per kapita per hari. HPI, dengan karakteristik multifungsi dan praktis, berpotensi besar sebagai bahan fortifikasi dalam berbagai produk pangan lokal.
KKP juga telah mendemonstrasikan penggunaan HPI dalam berbagai produk jajanan seperti cookies, cilok, kue sus, roti gambang, dan jenang, yang semuanya mengandung protein tinggi.
Saat ini, sudah terdapat pabrik HPI di Indramayu dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton susu ikan per bulan. Pabrik tersebut telah beroperasi sejak tahun 2021. KKP juga bekerja sama dengan Bappenas untuk mendorong replikasi pabrik serupa di berbagai daerah pesisir Indonesia, sebagai bagian dari program hilirisasi perikanan dan upaya penurunan angka stunting. (Antara).
