![]() |
| Kedeputian Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian. (Foto: Dok/Ist). |
Suaratime, Ekonomi - Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Indonesia perlu mengoptimalkan transformasi ekonomi guna mencapai target peningkatan PDB per kapita antara USD23.000 hingga USD30.300. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja yang layak di berbagai wilayah, Gorontalo, 21 September 2024.
Dalam rangka mendukung terciptanya lapangan kerja tersebut, Kedeputian Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian mengadakan kegiatan Diseminasi Kebijakan mengenai Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Pemuda di Provinsi Gorontalo, Jumat (20/09). Provinsi ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan produk unggulan lokal karena didukung oleh populasi usia muda yang tinggi serta kekayaan sumber daya alam dan budaya.
"Potensi besar yang dimiliki Gorontalo mendorong pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan bagi kaum muda. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi guna menghindari jebakan pendapatan menengah dengan menciptakan wirausaha muda yang berdaya saing serta mampu membuka lapangan kerja," ujar Musdhalifah Machmud, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM.
Pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,95% dan pertumbuhan wirausaha sebesar 4% pada tahun 2024 melalui wirausaha yang berorientasi pada pertumbuhan (opportunity driven). Pedoman untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Aturan ini menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kewirausahaan.
Ekosistem kewirausahaan yang ideal mencakup pasar yang mudah diakses, ketersediaan tenaga kerja kompeten, kemudahan akses pembiayaan, dan adanya dukungan dari mentor, inkubator, serta akselerator. Selain itu, regulasi yang tepat, sistem pendidikan dan pelatihan yang relevan, serta budaya inovasi dan kreativitas juga menjadi faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan.
Selain diseminasi kebijakan, Kedeputian Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian juga menyelenggarakan Rapat Kerja dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan program-program yang bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Plt. Gubernur Provinsi Gorontalo, Rudy Salahuddin, menyoroti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, peningkatan adopsi teknologi digital, penguatan pendidikan vokasi, serta pengembangan kewirausahaan dan UMKM adalah strategi utama yang perlu diterapkan.
“Harapannya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kedeputian 4 dapat menghasilkan solusi konkret yang mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Gorontalo maupun secara nasional,” tutup Rudy.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat, antara lain Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, pejabat Bappeda Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, serta perwakilan dari berbagai kementerian terkait.
