GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa KKN UNISRI 25 Mendorong Pemanfaatan Limbah Potongan Kayu Menjadi Briket Arang di Desa Banaran

Rian Cahyo Saputro, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Sragen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 25 Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen melaksanakan program kerja pendampingan bertajuk "PEMANFAATAN LIMBAH POTONGAN KAYU UMKM MEBEL MENJADI BRIKET ARANG : Upaya Diversifikasi Produk dan Peningkatan Nilai Ekonomi Usaha Mebel di Desa Banaran". Kegiatan ini ditujukan kepada para pelaku UMKM kerajinan mebel di Desa Banaran sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan limbah produksi serta mendorong efisiensi dan nilai tambah ekonomi industri kayu lokal.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dilanjutkan diskusi pemaparan mengenai potensi limbah kayu mebel yang selama ini belum terolah secara optimal. Dalam sesi tersebut, para pelaku UMKM mebel diberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana pengolahan limbah potongan kayu menjadi briket arang dapat menjadi produk turunan bernilai jual tinggi, sekaligus mengurangi dampak penumpukan limbah lingkungan.

Sebagai bentuk aksi nyata, mahasiswa KKN melakukan pendampingan dan praktik langsung pembuatan briket arang bersama para pengrajin mebel. Tahap pertama difokuskan pada pemilahan dan pengumpulan limbah potongan kayu sisa produksi mebel. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahan baku kayu memiliki kualitas yang baik untuk diarangkan.

Selanjutnya, pendampingan dilanjutkan dengan proses pengarangan (karbonisasi), penghancuran/penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat alami, hingga pencetakan dan pengeringan briket arang. Mahasiswa KKN membantu pelaku usaha memahami teknik pencampuran dan pencetakan yang tepat agar menghasilkan briket arang berkalori tinggi, tahan lama, dan minim asap. Dengan hadirnya produk briket arang ini, para pengrajin tidak hanya mengandalkan penjualan produk mebel utama, melainkan dapat menambah sumber pendapatan baru dari pengolahan limbah.

Tidak hanya menyasar aspek produksi, mahasiswa KKN UNISRI juga memberikan edukasi mengenai potensi pengemasan dan strategi pemasaran briket arang. Briket arang ini memiliki peluang pasar yang luas, baik untuk kebutuhan rumah tangga, UMKM kuliner, maupun potensi pasar industri dan ekspor.

"Melalui pendampingan pemanfaatan limbah kayu menjadi briket arang ini, kami berharap para pelaku UMKM mebel di Desa Banaran dapat lebih mandiri, kreatif, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dari sisa produksi mebel yang selama ini terbuang," ujar Rian Cahyo Saputro, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 25 Banaran.

Langkah nyata Anggota KKN UNISRI Banaran membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dapat dioptimalkan secara signifikan melalui inovasi diversifikasi produk dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Diharapkan hasil dari kegiatan pendampingan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para pengrajin mebel di Desa Banaran.



Penulis: Rian Cahyo Saputro, Anggota Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 25 Banaran. 

Type above and press Enter to search.