GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Tekan Sampah di Anak Sungai Sekanak, Polsri Gandeng Dua Bank Sampah Warga 27 Ilir

Polsri bersama Bank Sampah Kenanga dan Amanah usai penandatanganan kerja sama pengelolaan sampah Sekanak.

Suara Time, Palembang — Upaya menekan pembuangan sampah ke Anak Sungai Sekanak memasuki babak baru. Politeknik Negeri Sriwijaya menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Sampah Kenanga dan Bank Sampah Amanah pada Selasa, 1 September 2026, di Gedung Graha Pendidikan Polsri. Penandatanganan menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Polsri ke-44.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Polsri Ir. Irawan Rusnadi, M.T., Direktur Bank Sampah Kenanga Nyimas Eli Agustina, S.E., dan Direktur Bank Sampah Amanah Andi Wijaya, S.Si., M.Si.

Kesepahaman ini menyasar persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga tepian sungai. Anak Sungai Sekanak pada segmen 27 Ilir–Talang Semut dan 27 Ilir–28 Ilir telah direvitalisasi secara fisik pada rentang 2018 hingga 2022.

Sampah yang masuk ke badan air sebagian besar berasal langsung dari rumah tangga dan usaha kuliner rumahan yang berdiri di tepi saluran. Karena jaraknya hanya beberapa meter dari titik buang ke air, aktivitas tersebut sulit terpantau melalui pengawasan manual. Akumulasi sampah kemudian mempersempit aliran dan menambah risiko banjir pada musim hujan, selain menurunkan kualitas air dan kenyamanan ruang publik di kawasan cagar budaya tersebut.

Melalui program Living Lab Sekanak Connect, tim peneliti Polsri yang diketuai Dr. Nyayu Latifah Husni, S.T., M.T., menyiapkan tiga perangkat yang saling terhubung. Perangkat pertama adalah detektor pembuangan sampah berbasis kecerdasan buatan yang merekam kejadian pembuangan di titik rawan. Perangkat kedua berupa aplikasi bank sampah digital yang mencatat setoran warga dan mengubahnya menjadi poin tabungan. Perangkat ketiga adalah unit pengolah residu kering menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis skala kecil.

Program Living Lab Sekanak Connect merupakan bagian dari Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi) yang diinisiasi oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Dit. Minat Saintek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program tersebut didukung melalui pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Ketiga perangkat tersebut dirancang untuk membentuk satu ekosistem pengelolaan sampah yang menghubungkan pemantauan, pemilahan, pencatatan, hingga pemanfaatan residu. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu menangani persoalan sampah dari sumbernya sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat.

Kedua bank sampah menempati posisi kunci pada rantai tersebut. Bank Sampah Kenanga dan Bank Sampah Amanah akan menjadi tempat warga menyetorkan sampah yang telah dipilah, sekaligus lokasi penerapan aplikasi pencatatan digital. Dengan mekanisme ini, warga yang selama ini menganggap membuang ke sungai sebagai jalan termurah diharapkan memiliki alasan ekonomi untuk memilah dan menyetorkan sampahnya.

Untuk keberlanjutan program, tim peneliti bersama Kelurahan 27 Ilir akan membentuk Tim Pengelola Lingkungan Sekanak yang beranggotakan warga setempat. Tim tersebut nantinya bertugas memverifikasi laporan pembuangan yang terekam perangkat, menjalankan jadwal pembersihan, dan mendampingi kegiatan pemilahan di tingkat rukun tetangga.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, bank sampah, pemerintah setempat, dan masyarakat tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengurangi sampah yang masuk ke Anak Sungai Sekanak, tetapi juga membangun pola pengelolaan lingkungan berbasis teknologi dan ekonomi sirkular yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Type above and press Enter to search.