GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Taman TOGA Berbasis Teknologi Hadir di Desa Teluk, KKN UPGRIS Kelompok 32 Manfaatkan Panel Surya dan Barcode Digital

TOGA berbasis teknologi hadir di Desa Teluk, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Demak – Inovasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis teknologi hadir di Desa Teluk, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 32 mengembangkan taman TOGA yang dilengkapi dengan sistem pengairan otomatis menggunakan tenaga panel surya serta barcode informasi pada setiap jenis tanaman, pada Selasa (1/9/2026).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa dalam menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi, dan edukasi kepada masyarakat. Taman TOGA tidak hanya berfungsi sebagai area penghijauan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai tanaman obat beserta manfaatnya.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem pengairan otomatis berbasis tenaga surya. Panel surya dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mendukung sistem pengairan tanaman TOGA. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu proses perawatan tanaman menjadi lebih praktis sekaligus mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Selain sistem pengairan otomatis, setiap tanaman TOGA juga dilengkapi dengan barcode atau QR Code. Barcode tersebut dapat dipindai menggunakan telepon genggam untuk memperoleh informasi sesuai dengan jenis tanaman yang tersedia.

Informasi yang terdapat dalam barcode meliputi nama tanaman, manfaat tanaman bagi kesehatan, serta cara pengolahan tanaman menjadi obat tradisional atau jamu. Dengan adanya inovasi tersebut, masyarakat tidak hanya dapat melihat tanaman secara langsung, tetapi juga memperoleh informasi secara digital dengan mudah.

Koordinator program, Hafiz Akbar, mengatakan bahwa Taman TOGA tersebut dirancang sebagai inovasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Teluk.

“Kami ingin membuat Taman TOGA yang tidak hanya menjadi tempat menanam tanaman obat, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan memanfaatkan teknologi. Sistem pengairan otomatis menggunakan panel surya diharapkan dapat membantu perawatan tanaman, sedangkan barcode menjadi media informasi agar masyarakat dapat mengenal manfaat serta cara pengolahan setiap tanaman,” ujar Hafis.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk, Agus Saidun, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32.

“Program ini merupakan inovasi yang sangat baik karena menggabungkan penghijauan, teknologi, dan edukasi. Taman TOGA ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi sarana pembelajaran mengenai tanaman obat dan pemanfaatannya,” tuturnya.

Program Taman TOGA tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Pemerintah Desa Teluk dalam menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Keberadaan sistem pengairan otomatis diharapkan dapat membantu menjaga tanaman tetap terawat, sementara barcode informasi dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat maupun pengunjung.

Melalui program ini, KKN UPGRIS Kelompok 32 berharap masyarakat Desa Teluk semakin mengenal manfaat Tanaman Obat Keluarga serta terdorong untuk memanfaatkan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Taman TOGA berbasis teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi berkelanjutan yang memadukan lingkungan, kesehatan, edukasi, dan teknologi bagi masyarakat Desa Teluk.

Type above and press Enter to search.