![]() |
| Mahasiswa UMS berhasil sapu bersih tiga penghargaan di Universitas Udayana (Sumber: Dokumentasi Pribadi) |
Suaratime, Bali - Langkah inovatif sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menjawab isu krisis kualitas udara berbuah manis di panggung nasional. Mengatasnamakan Tim Sang Surya, enam mahasiswa ini sukses memborong tiga predikat bergengsi, yakni medali perak, medali perunggu, dan gelar poster terfavorit pada perhelatan Nusantara Creative Competition 4 yang digelar Nusantara Muda di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (19/9/2026).
Kunci keberhasilan tim yang dipimpin oleh Arkan Makarim Ahmad ini terletak pada kuatnya sinergi antarajurusan. Arkan merajut kolaborasi bersama Alif Muhammad Faiz Robbani dan Firman Rama Ferdiansyah dari Manajemen, Reza Nafdan Murtaza dari Bisnis Digital, Muhammad Danadhyaksa dari Teknik Industri, serta Muhammad Fathu Aziz Wibawa dari Teknik Informatika. Gabungan pemikiran teknis rekayasa dan analisis strategi bisnis inilah yang menjadi senjata utama mereka di hadapan para penguji.
Gagasan yang membawakan kemenangan tersebut diberi nama ASAFA TECH, sebuah ide alat pemurni udara portabel yang dirancang untuk membentengi kesehatan pernapasan publik dari paparan polusi ekstrem. Tim tergerak membuat inovasi ini setelah melihat tingginya konsentrasi partikel mikro berbahaya PM2.5 di kota-kota besar Indonesia yang kerap menembus ambang batas aman WHO dan memicu penyakit pernapasan kronis.
Guna mengatasi keterbatasan masker biasa yang pasif, Asafa Tech diciptakan sebagai perangkat penyaring aktif berteknologi tinggi. Alat yang dirancang pas menempel pada anatomi hidung ini memadukan saringan logam awal, filter HEPA 13 berstandar mikro, serta karbon aktif guna menjerat partikel debu halus hingga gas beracun. Perangkat juga dilengkapi sterilisasi Dual UV-C dan kipas mini berdaya baterai USB-C yang secara aktif menyuplai udara segar tanpa membuat pemakainya merasa sesak.
Tidak hanya itu, keunggulan utama dari ASAFA Tech terletak pada integrasi sistem sterilisasi udara menggunakan Dual UV-C dan pemanfaatan impeller kipas berdaya baterai yang dapat diisi ulang melalui port USB-C. Penggunaan sistem ventilasi dan impeller kipas ini secara aktif menarik udara kotor lalu mengalirkan udara bersih ke area pernapasan pengguna tanpa menimbulkan hambatan aliran udara atau rasa pengap. Inovasi ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, penderita asma, hingga pekerja sektor informal di jalan raya yang memiliki risiko terpapar polusi udara tinggi setiap harinya.
Inovasi terapan ini disasar untuk melindungi kelompok yang paling rentan terkena dampak buruk udara kotor, seperti anak-anak, penderita gangguan pernapasan, serta para pekerja lapangan. Kemenangan di Bali ini menjadi bukti nyata keseriusan UMS dalam memfasilitasi riset mahasiswa lintas ilmu. Harapannya, gagasan Asafa Tech tak berhenti di atas kertas saja, melainkan dapat segera direalisasikan menjadi produk nyata yang berguna bagi masyarakat luas.
Perpaduan antara keahlian rekayasa sistem dari mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Industri, dipadukan dengan strategi operasional serta perencanaan model bisnis dari mahasiswa Manajemen dan Bisnis Digital, menjadi nilai tambah utama yang berhasil memikat perhatian para dewan juri dalam sesi presentasi dan tanya jawab.
Ajang Nusantara Creative Competition yang diinisiasi oleh Nusantara Muda di Universitas Udayana ini diikuti oleh berbagai perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Tahapan seleksi berlangsung ketat, meliputi penilaian kelayakan ide ilmiah, kebaruan inovasi, hingga sesi presentasi dan tanya jawab di hadapan para juri.
